Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis

Cegah Longsor, Pemkab Gowa Akan Budidayakan Tanaman Vetiver dan Porang

Rabu, 22 Januari 2020 | 17:32 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan membudidayakan tanaman Vetiver dan Porang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana longsor di Kabuapten Gowa.

Menurut Muchlis, tanaman Vetiver tersebut sangat cocok untuk wilayah Kabupaten Gowa yang sebagian besar adalah daerah dataran tinggi. Tanaman Vetiver ini dianggap kuat dan keras serta bisa menyimpan air dan sangat cocok ditanam di daerah tebing.

“Tanaman Vetiver itu sudah banyak dikembangkan di Bogor dibudidayakan jenis tanaman ini rupanya itu lumayan baik untuk fungsi hidrologi jadi bisa mengamankan daerah tebing,” kata Muchlis di saat menghadiri latihan peringatan dini dan evakuasi banjir Sungai Jeneberang di Kelurahan Pangkabinanga Kecamatan Pallangga, Rabu (22/1/2020).

Lanjut Muchlis, ia mengungkapkan bahwa tanaman Vetiver tersebut merupakan rekomendasi langsung dari Kementerian Pertanian RI bahkan sudah dikerjasamakan untuk dilakukan penanaman secara serentak di wilayah Kabupaten Gowa.



“Insya Allah tanggal 17 Februari kita akan melaksanakan tanam serentak di semua lokasi-lokasi yang kita identifikasi itu rawan terjadinya longsor. Mudah-mudahan ini bisa mengikat tanah di kemiringan sehingga peluang terjadinya longsor di daerah-daraeh dataran tinggi itu kita bisa eliminir,” lanjutnya.

Selain tanaman vetiver, untuk daerah hutan Pemerintah Kabupaten Gowa juga akan mengajak masyarakat untuk membudidayakan tanaman Porang. Menurut Muchlis tanaman Porang ini bisa ditanam di sela-sela tegakan hutan tanpa merusak ekosistem hutan.

“Jadi ini yang akan kita budidayakan di Gowa sebagai tanaman ekspor ditanam di sela-sela tegakan hutan sehingga masyarakat bisa memelihara hutan dan juga bisa mendapatkan uang dari hasil budidaya Porang di pohon yang ada di kawasan hutan itu,” jelasnya.

Muchlis berharap dengan dibudidayakannya dua varietas tanaman ini dapat mengikat tanah yang ada di kemiringan terutama di wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa sehingga dapat mengurangi terjadinya potensi longsor.(*)


BACA JUGA