JICA Jepang Jadikan Gowa Lokasi Latihan Simulasi Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir

Rabu, 22 Januari 2020 | 16:34 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Japan International Coperation Agency (JICA) Expert on comperhenship Disaster Risk Reduction menjadikan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan latihan peringatan dini dan evakuasi banjir Sungai Jeneberang di Kelurahan Pangkabinanga Kecamatan Pallangga, Rabu (22/1/2020).

Tenaga Ahli Bidang Pencegahan Bencana dari Japan International Coperation Agency (JICA) Naoto Tada dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya bersama BNPB, BPBD Sulsel dan BPBD Kabupaten Gowa sengaja memilih Gowa karena wilayah ini tahun lalu menjadi daerah yang terkena dampak banjir. 

“Pad tanggal 22 tahun lalu terjadi banjir besar, kami mendapatkan permintaan dari BNPB dan PU  untuk membuat peringatan dini  di dearah ini. selama ini kami sudah bertemu dengan orang provinsi, Gowa, Makassar dan Takala dan pemnerintah pusat kami ketemu PU BMKG dan BNPB. dan kami juga melibatkan para peneliti darui univerhas  untuk melakukan beberapa kali diskusi,” ujarnya.

Lanjyutnya, Mr Tada menjelasskan di Kabuapten Gowa ia akan membuat renana kontijensi. Dimana rencana tersebut akan dibagi menjadi dalam tiga tahap, yaitu sebelum terjadinya brencana, pas terjadinya bencana dan pasca bencana. Namun menurut Mr. Tada yang paling penting adalah yang perlu diperhatikan adalah sebelum bencana atau peringatan dini.



“Kalau dari sudut pandang orang Jepang rencana kontijensi ini untuk yang terjadi bencana dan setelah bencana itu sagat kaya. Tapi untuk, sebelum terjadi bencana terutama  dibagian peringatan dini itu perlu diperkaya dengan pembelajaran pada bencana banjir satu tahun lalu maupun  untuk memperkaya rencana kontijensi  sebelum terjadinya bencana. Dari tim Jepang itu sudah menyusun draf rencana kontigensi,” jelasnya.

Olehhnya itu, melalui simulasi peringatan dini dan evakuasi banjir tersebut, Mr. Tada berharap korban jiwa maupun materil dapat diminamilisir jika terjadi bencana. Karena menurutnya dengan simulasi tersebut seluruh pihak terkait dan warga sudah mengertahui apa yang harus dilakukan juki atrejadi bencana banjir.

“Kami berharap dengan melakukan latihan simulasi  ini secara terus berulang-ulang maka  seandainya terjadi kajadian banjir berikutnya    tidak ada korban jiwa.  Setelah tidak ada korban jiwa kita  bisa mencegah kerugia material. Untuk menghindari  kerugian material kita harus menyelamatkan nyawa manusianya dulu,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis juga mengapresiasi pelaksananaan keagitan tersebut.  Menurutnya dengan adanya simulasi tersebut semua unsur terkait hingga warga sudah tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana banjir.

“Simulasi untuk siaga dan tanggap bencana ini dimasudkan agar  pada saat kejadiaan yang sesungguhnya  para unsur yang terkait termasuk sampai ke level masyarakat itu sudah tahu bagaiman tindakan yang diambil,” jelasnya.(*)


BACA JUGA