Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa untuk belajar pengendalian banjir, Kamis (30/1/2020)

Belajar Pengendalian Banjir, DPRD DKI Jakarta Berkunjung ke Gowa

Kamis, 30 Januari 2020 | 23:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sebanyak 7 (tujuh) orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa untuk belajar pengendalian banjir, Kamis (30/1/2020).

Rombongan legislator diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Iksan Parwangsa dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Marva Ranla. H Muchlis di Dam Control Office Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Perwakilan Komisi E DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad menjelaskan maksud dan tujuannya melakukan kunjungan kerja untuk silaturahmi sekaligus belajar pengendalian banjir di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa.

“Pembangunan bendungan ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sementara kita lakukan, strateginya sama tidak hanya diselesaikan di hilir tapi hulunya juga dirapiin sehingga banjir dari hulu ke hilir dapat terselesaikan. Kami riset salah satu menurut kami baik dan memberikan kami banyak masukan ada di Sulsel dalam penanganan banjir,” jelas Idris.



Sementara itu, Sekda Gowa, H. Muchlis mengatakan bahwa sebagai pengendali banjir, saat ini Kabupaten Gowa memiliki Bendungan Bili-Bili yang diresmikan pada tahun 1999 bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Bendungan tersebut juga menjadi sumber air baku bagi PDAM Gowa dan Makassar.

“Ini titik Bendungan Bili-Bili serbaguna sekaligus pengendali banjir wilayah Makassar dan Gowa,” jelas Muchlis.

Lanjutnya, ia juga menjelaskan tentang bencana banjir yang terjadi di Gowa setahun lalu yang diakibatkan luapan Sungai Jeneberang karena hujan deras dari hulu sehingga mengakibatkan pintu air Bendungan Bili-Bili dibuka.

“Kabupaten Gowa memiliki kondisi biologis, geografis, demografis dan sosiografis yang masuk kategori rawan bencana maupun kondisi yang membahayakan manusia, pada 22 Januari 2019 lalu Kabupaten Gowa terjadi bencana banjir yang merendam pemukiman, yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda berharga lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWSPJ, Marva Ranla menjelaskan bahwa pihaknya selalu siap siaga 24 jam dalam mengantisipasi keadaan darurat apabila bencana seperti banjir terjadi akibat curah hujan tinggi, bencana longsor, dan abrasi pantai akibat gelombang tinggi.

“Kondisi Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa selalu kami update statusnya setiap hari untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan kami telah menyiapkan antisipasi kesiapsiagaan tanggap bencana, dengan membentuk tim siaga penanggulangan bencana, membentuk dan menyiapkan posko-posko bencana tersebar,” jelasnya.

Diketahui beberapa waktu yang lalu juga JICA bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel dan BPBD Kabupaten Gowa menggelar Simulasi Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Jeneberang Gowa untuk meminimalisir jumlah korban jiwa apabila terjadi bencana banjir dengan menggunakan perhitungan mendeteksi terjadinya bencana melalui aplikasi.(*)