Branch Manager PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar, Kezia Pingkan D Massie, saat memaparkan Market Review di Kantor PT Solid Gold Berjangka Jalan Sam Ratulangi, Kamis (30/1/2020)

Tekanan Virus Corona, Solid Gold Berjangka Rekomendasikan Jual Saham Hang Seng

Kamis, 30 Januari 2020 | 23:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Penyebaran Virus Corona yang berasal dari Wuhan, Cina, membuat pasar dunia bergejolak. Hal tersebut membuat saham Hong Kong mengalami penurunan tajam pada Kamis (30/1/2020).

Indeks Hang Seng merosot melebihi 38,2% atau 2.569 poin menjadi 26.653. Tekanan turun terhadap saham Hang Seng dikarenakan Virus Korona, masih ada, yaitu penurunan 50% yang kemungkinan mencapai level 25.781 dan penurunan 61,8% mencapai level 23.942.

“Sekarang dengan adanya yang Iran kemarin luncurkan roket plus Virus Corona, dia sudah turun satu bulan ini, tertinggi 29.222 dikurangi low 26.653. Ini saja sudah 2.569 points penurunannya dalam satu bulan, di Januari,” ujar Branch Manager PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar, Kezia Pingkan D Massie, di Kantor PT Solid Gold Berjangka Jalan Sam Ratulangi, Kamis (30/1/2020).

Hal tersebut berdampak terhadap nasabah. “Tergantung transaksi yang diambil. Misal posisi yang diambil dia pembelian, saat ini lagi kena floating untuk di resiko, bisa membeli lagi karena harga lebih rendah. Tapi kalau dia ambil posisi penjualan bisa mendapatkan peluangnya,” jelasnya.



Melihat historikal tahun 2002-2003, dimana wabah SARS melanda yang mengakibatkan saham bergerak turun hingga 3.729 poin, sehingga PT Solid Gold Berjangka menyarankan kepada nasabah untuk mengambil posisi penjualan.

“Karena kan saran kita ada virus seperti ini, yang kita sampaikan jual dulu. Berdasarkan historikal yang sudah terjadi, penurunannya kan 3700an. Kalo sekarang bisa jadi lebih dalam lagi penurunannya karena dampak bagaimana viralnya berita sekarang. Medsos kan buat orang lebih lihat, lebih aware. Itu yang bikin ada kekhawatiran yang lebih,” paparnya.

Dengan rekomendasi tersebut, maka nasabah Solid Gold Berjangka yang melakukan open posisi penjualan tanggal 30 Januari 2020 sebanyak 386. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan masih ada investor yang tetap ingin mengambil posisi pembelian.

“Bisa jadi ada yang beli. Karena kan saran ini terserah nasabah mau terima atau tidak. Kalo dia mau buy karena lihat harganya turun, yang penting dia hitung resikonya sampai 50 persen,” pungkasnya.(*)