Puluhan anak yatim dan duafa, masyarakat Camba, Kabupaten Maros melakukan doa bersama bakal calon bupati Maros, Amirullah Nur Saenong
#

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Doakan ANS Jadi Bupati Maros

Sabtu, 01 Februari 2020 | 21:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Puluhan anak yatim dan duafa, masyarakat Camba, Kabupaten Maros melakukan doa bersama bakal calon bupati Maros, Amirullah Nur Saenong. Anak yatim dan kaum dhuafa memberikan doa dan restu mereka kepada Amirullah untuk maju menjadi pemimpin Maros.

Doa bersama ini dilakukan di rumah masa kecil Amirullah Nur, Timpuseng, Camba. Salawat dan doa bersama dipanjatkan untuk kesejahteraan warga Maros, termasuk untuk keluarga Amirullah Nur Saenong.

Amirullah bersama keluarga besarnya pun memberikan santunan kepada anak yatim secara langsung. Penyerahan sumbangan ini diserahkan oleh ibunda Amirullah Nur, Siti Rahmah dan disusul oleh Amirullah dan Taufan Nur, dan saudara-saudaranya.



Kegiatan doa bersama ini juga dihadiri oleh Bupati Pinrang, Andi Irwan, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, politisi senior Golkar Sulsel Rusdin Abdullah (Rudal), serta seluruh tokoh masyarakat dari wilayah Camba, Cenrana, dan Mallawa (Cemara).

“Insya Allah dari gaji saya jadi bupati Maros, ada hak anak yatim dan kaum duafa di sana dan saya wakafkan. Dan itu saya tidak bisa berbohong soal ini, apalagi melanggar janji saya,” kata Amirullah di lokasi doa bersama, Sabtu (1/2/2020).

“Salah satu doa yang paling mustajab adalah doa anak yatim dan doa kaum duafa yang dipanjatkan dengan tulus,” imbuhnya.

Kecupan dari Ibunda untuk Amirullah Nur, Hj Siti Rahmah Ibunda Amirullah Nur, Saenong pada acara doa bersama ini juga memberikan restu kepada anaknnya Amirullah Nur Saenong untuk maju di Pilkada Maros 2020. Kecupan Siti Rahmah di kening, adalah penanda restu kepada Amirulllah.

“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendapatkan restu dari ibu saya langsung untuk maju sebagai calon bupati Maros,” kata Amirullah Nur Saenong.

Amirulllah pun sempat mengunjungi makam ayahnya, Muhammad Nur bersama seluruh keluarganya sebagai bakti seorang anak kepada mendiang ayah yang telah membesarkannya.

“Dari seorang ayah kita belajar menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berbuat baik kepada sesama dan selalu menetapi janji,” kata dia.(*)