FOTO: Anggota DPRD Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliati/Ist

Sang Mantan ASN, Empat Bulan di DPRD Makassar Dengan Pengalaman Baru

Sabtu, 01 Februari 2020 | 09:00 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Puluhan tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliati harus banyak belajar untuk memuluskan langkahnya berjuang di DPRD Makassar.

Sejak dilantikan pada 9 September 2019 lalu, ia merasa kembali memulai perjuangan dari nol. Meski begitu, mantan Bendahara Kantor Wilayah BKKBN Sulawesi Selatan ini tak ingin kalah dengan para legislator senior. Ia tetap bekerja maksimal untuk memperjuangkan masyarakat Makassar melalui jalur parlemen.

“Memang ada suasana baru. Dulu waktu ASN kan sangat diatur dengan jam kerja. Dan sebagai ASN itu kerja di belakang meja. Kalau sekarang di DPRD Makassar lebih banyak di lapangan bertemu langsung dengan masyarakat,” kata Muliati saat berbincang dengan GOSULSEL.COM di Gedung DPRD Makassar, Jumat (31/1/2020).

Ia mengatakan bahwa pengalaman baru sebagai mitra masyarakat ternyata tak melulu bekerja di belakang meja. Dia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk bertemu masyarakat, dan mengarahkan segala kemampuan untuk membela kepentingan masyarakat umum.



“Tapi itu semua bukan penghalang bagi saya. Sepanjang itu adalah niat baik, kenapa tidak? Intinya saya belajar dari bawah lagi,” ungkap Muliati.

Hal yang paling penting bagi Muliati yakni tidak pernah menyombongkan diri. Meski secara umur bisa saja dia dituakan, namun tidak pernah malu bertanya dan belajar kepada legislator yang sudah duduk dua periode, meskipun secara umur jauh lebih mudah.

Dia tidak menepis, bekerja pada lingkungan dan profesi baru memang menjadi kendala. Namun bagi Muliati bukan berarti harus menjadi penghalang dalam memperjuangkan masyarakat.

“Intinya saya selalu berusaha untuk bisa menyikapi dengan baik dan berkoordinasi. Saya selalu sampaikan kepada teman-teman yang lain yang sudah dua periode. Saya bilang, saya ini orang baru jadi tolong masukannya dan bimbinganya,” ungkapnya.

Tak Henti Perjuangkan Aspirasi Rakyat

FOTO: Anggota DPRD Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliati memberikan bantuan kepada warga Makassar/Ist

Muliati memang adalah legislator baru, tapi bukan berarti tak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. Di DPRD ia mengaku memanfaatkan semua momentum untuk menyampaikan semua aspirasi yang sudah ia serap dari masyarakat. Terpenting, ia secara rutin menuangkan aspirasi yang dia temukan di lapangan untuk dimasukan ke dalam laporan, dimasukan ke persidangan dan dibacakan setiap sidang paripurna.

“Setiap pembahasan di Banggar saya juga ajukan (aspirasi masyarakat). Selain itu saya ikut Musrembang kelurahan yang mengundang saya. Dan saya sudah berjanji akan mengawal Musrembang hingga tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, namun Muliati memanfaatkan semua momentum rapat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat jika dalam rapat ada hal yang berkaitan dengan aspirasi warga yang dia temukan, termasuk memanfaatkan pandangan fraksi dan rapat komisi.

“Semua ruang kita manfaatkan betul. Jika ada kesempatan yang tepat untuk menyampaikan harapan masyarakat yang dititipkan ke kami. Di situ kita langsung berbicara,” ungkapnya.

Lolos ke DPRD Dengan Modal Silaturahmi dan Niat Membesarkan Partai

FOTO: Anggota DPRD Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliati/ist

Muliati memiliki cara tersendiri saat memulai karirnya di DPRD Makassar. Sejak pensiun dini dan memutuskan terjun ke politik, kurang lebih satu tahun setengah dimanfaatkan Muliati untuk memaksimalkan membangun silaturahmi. Nyaris separuh waktu dimanfaatkan untuk turun ke lapangan bertemu langsung dengan masyarakat.

“Awalnya saya itu mengingat karena saya super sibuk menjadi ASN. Dan ketika saya memikirkan bahwa satu tahun lagi sudah pensiun. Saya sudah memikirkan ke sana. Saya ini pekerja apan yang harus saya lakukan ke depan kalau saya pensiun. Akhirnya saya berpikir kenapa saya tidak mencoba untuk terjung ke DPRD. Menuangkan ide melanjutkan perjuangan dan semangat itu makin bertumbuh setelah saya turun ke lapangan,” kata Muliati.

Selain itu, warga di daerah Muliati juga memberikan dorongan untuk menjadi seorang anggota DPRD. Meski dorongan itu berasal dari lingkungan kecil namun menjadi awal inspirasi Muliati meneguhkan niatnya.

“Selanjutnya ketika saya sudah turun ke masyarakat, di situ saya mendapat sambutan yang begitu hangat dan mendorong semangat untuk terus bekerja maksimal,” ungkapnya.

Dikatakan pula, bahwa sejak awal dirinya berniat membesarkan partai sekaligus berjuang mendaparkan kursi. Muliati mengatakan dirinya tidak pernah memikirkan untuk berkompetisi dengan rekan separtainya, bahkan berupaya mendapat perolehan kursi lebih dari satu.

Muliati adalah salah satu legislator yang berhasil mengalahkan petahana di internal partainya, yakni Busranuddin Baso Tika. Perihal kemenangannya, Muliati tak ingin berspekulasi.

“Niat saya bagaimana bisa membesarkan partai dan bisa mendapatkan kursi untuk saya. Kalau soal mengalahkan petahana saya kurang tahu,” ungkapnya.

Terpenting sejak masa kampanye ia sama sekali tidak pernah berjanji. Muliati mengaku lebih banyak mendengarkan keluhan masyarakat dan menawarkan solusi jalan keluar. Hal itu terus dilakukan setiap kali pertemuan.

“Kenapa saya tidak mau berjanji? Karena masyarakat sendiri yang mengaku bosan dijanji. Mereka menginginkan bukti dan gagasan untuk menrealisasikan keinginannya,” ungkap Muliati.

Siapa Muliati?

FOTO: Anggota DPRD Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliati di ruang komisi B DPRD Makassar/Ist

Ia adalah anggota DPRD Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan. Muliati lolos ke DPRD Makassar pada Pileg 2019 lalu melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar 1 meliputi Kecamatan Makassar, Rappocini dan Ujungpadang.

Muliati terbilang anggota DPRD baru. Sebelum pensiun dini sebagai ASN dia menjabat sebagai Bendahara Kantor Wilayah BKKBN Sulawesi Selatan.

Puluhan tahun menjadi ASN, Muliati banyak berada di bagian keuangan dan perbendaharaan. Sebelumnya ia juga dipercayakan mejadi sekretaris pribadi Kepala Kantor Wilayah BKKBN Sulsel.

Muliati mengawali pendidikan di SD Tanggul Patompo, kemudian lanjut di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama Balangboddong, selanjutnya ke SMA Negeri 3 Makassar.

Strata satu diselesaikan di Universitas Indonesia Timur jurusan Sosial Politik, dan S2 diselesaikan di Pascasarjana Universitas Indonesia Timur jurusan Manajemen.

Sebelumnya Muliati terdaftar sebagai mahasiswa di Akademi Perbankan Makassar (sekarang STIEM). Namun Muliati hanya sampai tingkat tiga semester 2 lalu pindah ke UIT Makassar saat itu.

Muliati tercatat sebagai salah satu anggota DPRD perempuan yang berhasil mengalahkan petahana sekaligus ketua partai di internal partainya (PPP), yakni Busranuddin Baso Tika.(*)


BACA JUGA