Pemkab Gowa melakukan penanaman Vetiver dengan melibatkan masyarakat, ASN, TNI-Polri, PKK, mahasiswa, pelajar dan karyawan, di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Senin (17/2/2020)

Gowa Kabupaten Pertama Yang Menanam Vetiver

Senin, 17 Februari 2020 | 19:55 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Kabupaten Gowa menjadi kabupaten yang pertama kali menindaklajuti arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan penanaman Vetiver atau akar wangi sebagai solusi pencegahan bencana longsor.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebelum melakukan penanaman Vetiver atau bersama Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni dan Jajaran Muspida Kabupaten Gowa di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Senin (17/2/2020).

“Ini adalah tindak lanjut dari perintah bapak Jokowi agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk menanam vetiver sebagai langkah untuk mencegah longsor. Sekaligus memperingati 4 tahun kepemimpinan saya bersama Karaeng kio (sapaan akrab Wabup Gowa),” jelasnya.

Dijelaskan, tanaman Vetiver atau dalam bahasa latinnya Vetiveria Zizaniodies atau Chrisopogan Zyzanioidies merupakan salah satu tanaman yang mampu mencegah terjadinya longsor. Karena Vetiver ini memiliki akar serabut yang kuat sehingga mampu mengikat tanah.

“Tanaman ini memiliki akar yang akan masuk ke dalam tanah sepanjang lima meter dan penyebaran akarnya dalam dan luas. Sehingga ini merupakan salah satu solusi untuk kita yang ada di Kabupaten Gowa. Khususnya yang memiliki 60 persen wilayah dataran tinggi,” jelasnya.

Penanaman Vetiver ini kami lakukan secara serentak di 71 desa di 11 kecamatan. Ada sekitar 180.000 bibit yang akan ditanam, 150.000 bibit Vetiver berasal dari Pemkab Gowa dan 30.000 merupakan bantuan dari Balai Pertanian dan Litbang Kementerian Pertanian RI.

“Untuk Kecamatan Parangloe ini jumlah Vetiver yang ditanam sebanyak 14.100 bibit, Tinggimoncong jumlah Vetiver yang 12.850 bibit, Tompobulu 18.000 bibit, Manuju 12.000 bibit, Pattalassang 25.000 bibit, Biringbulu 25.000 bibit, Bontolempangan 16.000 bibit, Tombolopao 11.000 bibit, Bungaya 22.000 bibit, Bajeng Barat 10.000 bibit, Parigi 14.050, dengan jumlah peserta/penanam sebanyak 20.143 peserta,” urai Adnan.

Selain itu, penanaman Vetiver hari ini tiada lain untuk menjaga Kabupaten Gowa yang kita cintai. Pasalnya, pada tahun lalu kita memiliki pengalaman bencana longsor yang cukup besar dan terjadi di beberapa titik lokasi.

“Olehnya itu, saya berharap pengalaman tahun lalu dijadikan pembelajaran untuk kita semua untuk bisa menghargai dan menjaga alam, karena kalau kita mampu menjaga alam, Insya Allah alam pun akan menjaga kita,” seru orang nomor satu di Gowa.

Sementara, Camat Parangloe Mappatangka melaporkan bahwa untuk di Kecamatan Parangloe, pihaknya mendapat jatah Vetiver sebanyak 14.100 bibit. Bibit ini akan dibagi di 7 (tujuh) wilayah yakni di 5 (lima) desa dan 2 (dua) kelurahan.

“Khusus di Kelurahan Lanna, akan ditanam sebanyak 2.000 bibit dengan total warga yang dilibatkan dalam penanaman ini sebanyak 250 orang dari berbagai unsur, mulai dari pegawai, masyarakat, hingga para pelajar dan komunitas pencinta alam,” ujarnya.

Di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) kepada Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai penyelenggara dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebagai pemrakarsa atas rekor penanaman vetiver secara serentak dan massal di lokasi terbanyak yakni 71 desa/kelurahan pada 11 kecamatan dengan melibatkan masyarakat, ASN, TNI-Polri, PKK, mahasiswa, pelajar dan karyawan.(*)


BACA JUGA