Pemkot Makassar coffee morning bersama seluruh SKPD Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Selasa (25/2/2020)

Gandeng Octopus, Pemkot Makassar Ingin Ubah Sampah Jadi Uang

Selasa, 25 Februari 2020 | 22:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dalam rangka menjaga lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ingin mengurangi sampah. Salah satu yang dilakukan nantinya ialah memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Untuk itu, pihaknya pun menggandeng salah satu perusahaan daur ulang terpadu, yakni Octopus.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menjelaskan, sampah plastik rumah tangga sejatinya dapat dikonversi menjadi uang. Menurutnya, ada pelbagai cara yang bisa dilakukan agar sampah tersebut bisa menjadi barang yang bernilai untuk masyarakat.

“Penyelamatan bumi harus serius ditangani. Namun kebiasaan masyarakat yang membeli makanan kemasan juga masih belum bisa diredam. Olehnya itu, dengan cara reduksi diharapkan dapat menjadi solusi. Nah bagusnya jika dapat bernilai ekonomis,” ungkapnya saat mengadakan coffee morning bersama seluruh SKPD Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Selasa (25/2/2020).

Chief Executive Organizer (CEO) Octopus, Moehammd Ichasan mengaku jika pihaknya mampu mengubah sampah plastik yang ada untuk dijadikan sebagai barang yang bisa dijual dan bermanfaat bagi masyarakat. Kendati demikian, ia juga berharap agar pemerintah dan masyarakat untuk tidak membuang sampah plastiknya lagi.



“Sampah rumah tangga seperti botol kemasan, dan kardus itu bisa dijadikan rupiah untuk membiayai kehidupan selanjutnya. Masyarakat hanya perlu download aplikasi Octopus lalu siapkan sampahnya dan klik aplikasinya agar di jemput oleh satgas Octopus,” tutur Moehammad Ichsan.

Ia juga menambahkan sampah non organik bisa dikumpulkan masyarakat sebagai pengguna kemudian akan dijemput oleh satgas Octopus yang disebut scavengers. Selanjutnya disetor ke unit untuk mengetahui jumlah poin yang didapatkan.

“Sampah yang sudah dijemput scavenger ini akan langsung diinput oleh unit dan akan jelas terlihat jumlah poin yang didapatkan. Penilaiannya sendiri bukan dari beratnya sampah melainkan jumlah dari sampah itu sendiri. Botol plastik misalnya jika dikumpulkan 20 pieces maka poin yang didapatkan sebesar Rp20,” tambah Ichsan.(*)

Reporter: Agung Eka