Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Mallagani menerima kunjungan Lembaga Poros Rakyat Indonesia di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (2/3/2020)

Pemkab Gowa Siap Bantu Program Pengolahan Sampah Basah Gagasan Poros Rakyat

Senin, 02 Maret 2020 | 21:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa tertarik untuk turut melancarkan sebuah program yang digagas oleh Lembaga Poros Rakyat Indonesia terkait pengelolaan sampah basah setelah mendengar presentasi dari lembaga tersebut di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (2/3/2020).

Program tersebut adalah sebuah pengolahan sampah jenis organik yang banyak berasal dari rumah, rumah makan dan restoran. Melalui proses penguraian limbah rumah tangga tersebut diubah menjadi maggot yang dapat dijadikan makanan ternak dan pupuk organik untuk tanaman. 

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Mallagani yang menerima langsung lembaga tersebut menyampaikan ketertarikannya secara pribadi dan akan berupaya membantu demi kelancaran program tersebut.

“Secara pribadi saya sangat tertarik, Kalaupun nantinya pemerintah diminta ikut terlibat kami akan siap membantu,” jelasnya. 



Sejauh ini, Kabupaten Gowa sendiri memang belum mempunyai program pengolahan sampah organik seperti limbah-limbah rumah tangga. Berbeda dengan jenis sampah plastik. 

Ia pun meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marsuki yang juga hadir dalam pertemuan tersebut agar menyampaikan untuk memberikan bantuan kepada lembaga tersebut.

“Kita ini sangat ingin membantu terlebih partisipasi soal pengolahan sampah seperti ini namun kita juga ini terbatas, jadi tolong Kepala Dinas DLH mohon diteruskan kepada bupati agar diberi bantuan sesuai kebutuhan lembaga tersebut. 

Sebagai komitmen awal, Marsuki mengatakan akan siap menyuplai sampah organik ke tempat pengolahan lembaga tersebut, sebab selama ini sampah tersebut hanya berakhir di TPA tanpa pengolahan sama sekali. 

“Kami siap suplai paling sedikit 6 truk perhari sampah organik yang berasal dari pasar-pasar di Gowa,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemaparannya, lembaga tersebut mengklaim dapat mengolah 1 ton sampah organik menjadi 300 kg Maggot dan 200 kg untuk pupuk organik hanya dalam 3 minggu. 

Adapun alat pengurainya menggunakan larva dan juga lalat jenis Black Soldier Fly yang dianggap paling aman dari semua jenis lalat yang ada. Jenis lalat tersebut berwarna kehitaman dan banyak ditemui di perkebunan dan hutan. 

Saat ini lembaga tersebut telah mempunyai pusat pengolahan sampah Organik di Bandung Jawa Barat, untuk di Sulawesi Selatan sendiri rencananya akan dibuat di Pattalassang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gowa.(*)

Reporter: Sandi Darmawan