FOTO: Bupati Barru Suardi Saleh memimpin rapat koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di aula kantor Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah (Bappeda)/Senin, 2 Maret 2020/GOSULSEL.COM
#

Pimpin Rakor Kabupaten Sehat, Suardi Saleh: Manfaatnya Harus Dirasakan Warga

Selasa, 03 Maret 2020 | 09:59 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BARRU, GOSULSEL.COM – Bupati Barru Suardi Saleh memimpin rapat koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di aula kantor Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah (Bappeda), Senin (2/3/2020).

Di depan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah se-Kabupaten Barru, Suardi Saleh yang hadir bersama dengan Plh Sekretaris Daerah, Abustan, dan Ketua TP PKK Barru, Hasnah Syam, menyampaikan beberapa pengarahannya.

Menurutnya, kabupaten sehat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua pihak. Mulai tentang kebersihan, nyaman, aman, dan sehat, serta tatanannya terintegrasi.

Olehnya itu, untuk menuju kabupaten/kota sehat, sangat penting penyelenggara melakukan berbagai kegiatan dengan memberdayakan masyarakat. Misalnya melalui forum atau mengaktifkan lembaga masyarakat yang ada.



“Kepada OPD, camat, lurah tidak sekadar menjalankan program kabupaten/kota sehat hanya untuk persiapan keikutsertaan dalam penghargaan KKS tingkat nasional. Lebih dari itu, manfaatnya dapat dirasakan segenap masyarakat, termasuk di wilayah pelosok,” imbau Suardi Saleh.

Guna mencapai itu, lanjut eks Kepala Bappeda Pinrang dan Kadis PU Maros ini, ia meminta agar lintas OPD, camat, lurah dan berbagai elemen masyarakat bisa meningkatkan sinergitas, terutama menyamakan persepsi terlebih dahulu terkait kesiapan lokus yang akan menjadi objek penilaian oleh tim verifikasi.

Sementara itu, Plh Sekda Barru, Abustan saat menyampaikan laporan mengenai PPS, menekankan jika salah satu tugas jajaran OPD, camat dan lurah, yakni mempersiapkan dan meningkatkan fasilitas untuk menuju tatanan Kabupaten/Kota Sehat.

Dalam pemaparannya, ada beberapa wilayah di desa yang masuk di pemetaan untuk ketersediaan, peningkatan dan pengembangan infrastruktur fasilitas kesehatan, serta sanitasi.

“Lokus (tempat) untuk diverifikasi, diantaranya tatanan kawasan permukiman dengan kategori sarana prasarana sehat. Kemudian tatanan kehidupan masyarakat yang sehat, mandiri. Begitu pun tatanan perkantoran dan kawasan industri yang sehat,” pungkas Abustan yang juga eks Kadis Pendidikan Barru.

Berdasarkan pantauan, di Rakor ini, Hasnah Syam yang tak lain anggota DPR RI yang membidangi masalah kesehatan, juga tampil memberikan pengarahan, terutama mengingatkan tentang lokasi-lokasi yang menjadi fokus penilaian.(*)


BACA JUGA