Dialog Rutin Wali Kota Makassar yang digelar oleh Hubungan Masyakarat (Humas) Pemkot Makassar yang berlangsung di Ruang Azalea, Hotel Almadera, Kamis (5/3/2020)

Kendaraan Pribadi Membludak, Peminat Transportasi BRT Kian Menurun

Kamis, 05 Maret 2020 | 19:23 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Transportasi massal sebagai alternatif kendaraan bagi masyarakat rupanya kurang diminati oleh masyarakat. Pasalnya, beberapa transportasi umum yang disediakan oleh pihak pemerintah saat ini hanya memiliki sedikit peminat.

Misalnya saja Bus Rapid Transit (BRT). Transportasi tersebut sudah tak lagi menjadi moda transportasi alternatif bagi masyarakat. Kepala Bidang (Kabid) Moda Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Jasman Launtu menjelaskan, saat ini hanya beberapa BRT saja yang masih beroperasi.

Ini disebabkan karena masyarakat lebih menyukai memakai kendaraan pribadi ketimbang menggunakan kendaraan umum. Sehingga, hanya beberapa BRT saja yang masih beroperasi di Makassar. Sementara volume kendaraan pribadi semakin meningkat. Terbaru, ada 2,1 juta unit kendaraan pribadi di Makassar.

“Kecenderungannya memang kurang diminati. Masih ada yang beroperasi lima bus di koridor dua dan koridor tiga,” jelasnya. 



Tak ayal, jika hal ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemacetan. Banyaknya orang yang lebih menyukai memakai kendaraan pribadi seperti motor. Sehingga volume kendaraan di jalan pun kian banyak. Padahal, jalanan yang ada di Kota Makassar tak mampu memenuhi kendaraan yang ada.

“Kapasitas jalan tidak ada, cuma ada renovasi. Tidak bisa tambah jalan, karena itu persoalan lahan lagi,” lanjutnya. 

Ia pun mengharapkan adanya transportasi massal baru di Makassar. Olehnya itu, sinergitas dari pihak terkait dibutuhkan demi menyelesaikan masalah ini. Agar tak pelak menjadi persoalan panjang di kemudian hari.

“Transposisi massal harus ada, baik itu MRT atau transportasi rel. Sepakat memang mungkin perlu transportasi massal yang harus terintegrasi, jangan sendiri-sendiri,” katanya.(*)