Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat menjadi pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Jumat (6/3/2020)

Serukan Smart City, Iqbal Suhaeb: Ini Tentang Kenyamanan Masyarakat

Jumat, 06 Maret 2020 | 21:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini diketahui tengah mengembangkan konsep Smart City. Konsep ini nantinya bakal menggunakan sistem digital dalam setiap pelayanan. Untuk itu, dalam setiap kesempatan, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb kerap membahas ini di kegiatan manapun. 

Termasuk dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Jumat (6/3/2020). Menurutnya, syarat menjadi kota cerdas harus happy costumer atau melihat masyarakat senang.

“Kan rancu jika pemerintah membuat berbagai sistem aplikasi kemudian masyarakat justru tidak menikmatinya. Belum lagi dari sistem biaya, jangan sampai sistem manual lebih murah dibanding dengan sistem digital, ini yang harus di hindari. Makanya saya selalu tekankan bahwa smart city itu bukan selalu tentang internet, tapi tentang kenyamanan masyarakat,” katanya.

Lanjut, Iqbal juga menjelaskan sejumlah strategi pengembangan konsep smart city di Makassar. Kata dia, kini tengah berjalan dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Misalanya saja Smart Government. Pemerintah diharapkan mampu bekerja sebaik mungkin demi masyarakat. 



“Kita dorong setiap unit kerja di Pemkot Makassar untuk menjadikan inovasi yang dilahirkan betul-betul bisa diaplikasikan oleh masyarakat dengan baik. Setiap sistem antar OPD saling terintegrasi. Jangan hanya membuat berbagai macam aplikasi tapi kemudian tidak dimanfaatkan. Termasuk juga menciptakan Smart People, ini bukan pekerjaan mudah. Misalnya saja urusan memilah sampah, budaya bersih lingkungan sekitar, termasuk juga masih adanya kasus vandalisme yang merusak fasilitas-fasilitas publik,” lanjutnya. 

Terakhir, kata Iqbal, untuk pengembangan konsep smart city di kota besar seperti Makassar, tantangan utamanya adalah smart people. Pihaknya mengaku sedang membangun gerakan edukasi masyarakat agar lebih partisipatif, memiliki keterlibatan lebih besar, termasuk memberikan masukan terhadap setiap program pemerintah.(*)


BACA JUGA