Rombongan atlet pencak silat dari Bulukumba yang mengikuti Kejuaraan Lampung International Championship V Piala Kemenpora di Bandar Lampung, 10-12 Maret 2020
#

Soal Atlet yang Bertanding di Bandar Lampung, Begini Klarifikasi Pemda Bulukumba

Kamis, 12 Maret 2020 | 21:09 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Terkait postingan salah satu orang tua atlet pencak silat Fatmawati di medsos (grup Facebook : Info Kejadian Bulukumba) yang mengikuti Kejuaraan Lampung International Championship V Piala Kemenpora di Bandar Lampung (10-12 Maret 2020), Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Kasubag Publikasi Bagian Humas dan Protokol, Andi Ayatullah mengklarifikasi bahwa:

Sebelum berangkat, pihak Perguruan Silat Jejak Agung menemui Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam hal ini Bupati Bulukumba dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) untuk meminta bantuan dana dalam rangka mengikuti kejuaraan tersebut. Proposal permohonan yang diajukan sebesar Rp80 juta.

Pihak BPKD menyampaikan bahwa pos anggaran untuk membiayai kegiatan tersebut tidak tersedia di nomenklatur APBD. Namun BPKD menyarankan agar Perguruan Silat Jejak Agung berkoordinasi dengan pihak Komite Olahraga Nasional (KONI) Bulukumba yang telah diberikan dana hibah dalam APBD Tahun 2020 sebesar Rp1 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembinaan seluruh cabang olahraga yang dinaungi oleh KONI Bulukumba, termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bulukumba yang menjadi induk organisasi bagi atlet pencak silat.

Sekretaris KONI Bulukumba Sofyan Hayyun pun menyampaikan, pihaknya telah memberikan bantuan dana sebesar Rp15 juta dan sumbangan pribadi dari Ketua KONI A. Makkasau sebesar Rp1,5 juta. Sofyan Hayyun menyebut dana bantuan tersebut diambilkan dari dana pembinaan IPSI. Dikatakannya, dana yang diberikan memang jauh dari cukup, namun KONI juga harus memperhatikan secara proporsional karena ada 26 cabang olahraga di bawah naungan KONI Bulukumba.



Sebelum mereka berangkat ke Lampung, seharusnya, kata Andi Ayatullah, mempertimbangkan rencana mengikuti kejuaraan tersebut sesuai dengan kemampuan dana yang dimiliki. Artinya mungkin jumlah orang yang berangkat disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

“Disayangkan keberangkatan mereka tidak disesuaikan dengan jumlah dana yang tersedia,” beber Andi Ayatullah.(*)

Reporter: Fadli Tahir