Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Banjar Festival di Pura Giri Natha yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (15/3/2020)

Pertama di Makassar, Festival Banjar Pamerkan Budaya Bali

Minggu, 15 Maret 2020 | 20:57 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Banjar Festival. Festival tersebut berlangsung di Pura Giri Natha yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (15/3/2020).

Ketua Banjar Hindu Kota Makassar I Made Semadi (kiri), Ketua PHDI Kota Makassar I Dewa Mahendra (tengah), Ketua Panitia Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kota Maksssar I Gede Arya Pering Arimbawa (kanan)

Beberapa rangkaian kegiatan diselenggarakan dalam Festival Banjar ini, diantaranya lomba memasak lawar, sate lilit, jajanan bali, donor darah, dan pagelaran tari Bali yang dibawakan oleh pemuda-pemuda Bali.

Festival Banjar yang pertama kali diadakan di Kota Makassar ini menarik minat masyarakat. Terlihat dari banyaknya warga Kota Makassar yang turut hadir menyaksikan pagelaran tari dan sajian yang ditawarkan.

“Kita saat ini di samping kita juga melestarikan budaya Bali khususnya kuliner, kita bersilaturahim dengan warga hindu Kota Makassar dan juga umat lainnya yang hadir,” ujar Ketua PHDI Kota Makassar I Dewa Mahendra.



Lomba sate lilit dan lawar yang digelar diikuti oleh 9 wilayah (templek dalam bahasa Bali) di Kota Makassar. Para pria terlihat bergotong royong memasak sate lilit dan lawar, sementara para wanita membuat kue jajanan tradisional Bali.

Hasil masakan para peserta lomba

“Harapan kami disini bisa memperkenalkan masakan tradisional. Ada juga jajanan tradisional disini yang sudah sulit ditemukan di Bali sendiri,” tambah I Gede Arya Pering Arimbawa selaku Ketua Panitia Pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Makassar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid, yang turut hadir dalam festival ini mengataksn bahwa pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Karena acara ini juga yang pertama tentu dalam rangka orang lagi takut virus Corona, kita bergembira disini. Bukan dalam arti kata kita mengenyampingkan itu tapi kita merasa bahwa kita bersatu bisa melawannya,” jelas Maya, sapaan akrabnya.

Lanjutnya, “Karena disini ada lomba, bagaimana masyarakat Bali bisa mempromosikan masakan-masakan tradisinoal mereka yang rata-rata hampir tidak bisa lagi didapatkan di Bali. Memperkenalkan kepada masyarakat kota Makassar tentang adat budaya Bali.”

Lebih jauh ia mengatakan bahwa Festival Banjar akan dimasukkan dalan kalender event Kota Makassar.(*)


BACA JUGA