Wali Kota Makassar - Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama istri Indira Jusuf Ismail, dan anak sulungnya Aura Aulia Imandara resmi menggunakan hak pilihnya di Pemilihan umum 2019, Rabu (17/4/2019)

Pilwalkot Makassar, Danny Pomanto Dilema Soal Calon Wakil

Senin, 16 Maret 2020 | 10:14 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Tak lama lagi pendaftaran calon kepala daerah untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 akan digelar. Salah satu kandidat yakni Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto masih menunggu keputusan partai koalisi soal calon wakil yang menjadi tandemnya nanti.

Perlu diketahui bahwa saat ini Danny sejatinya telah memenuhi syarat untuk melakukan pendaftaran sebab sudah memegang 11 kursi DPRD Makassar. Masing-masing berasal dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebanyak 6 kursi. Kemudian 5 kursi lainnya dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Akan tetapi, kedua partai koalisi ini tak mau menyerahkan kursinya begitu saja. Pihaknya masing-masing menawarkan nama calon wakil untuk Danny pada Pilwalkot Makassar ini. 

Nasdem sendiri berharap Irman Yasin Limpo alias None bisa bersatu dengan Danny. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel ini dianggap paling kapabel untuk menjadi pendamping Danny. Terlebih elektabilitas None saat ini kian naik. Paket DP-None pun diharapkan bisa terwujud dalam waktu dekat ini.



Di sisi lain, Golkar tak mau kalah. Usai memberikan surat tugas kepada Danny, pihaknya berkeinginan politisi mudanya yakni Andi Zunnun Nurdin Halid sebagai duet Dannya dalam Pilwalkot Makassar. Sosoknya disebut-sebut menjadi representasi dari kaum milllenial di kota daeng. 

Tak ayal, jika Danny berada dalam situasi yang terjepit. Sebab, akan ada konsekuensi terhadap pilihannya nanti. Namun, kata Danny, semua keputusan mengenai calon wakil ada dibicarakan lebih lanjut ketika ada pertemuan dengan partai koalisi.

“Saya kira nanti saya akan selalu punya partem bahwa itu akan ditentukan oleh partai koalisi, biarkan partai yang mengumumkan. Calon boleh banyak tapi partai koalisi yang menentukan,” katanya saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Gubernur (Wagub), Minggu (15/3/2020).

Saat ditanya mengenai persoalan partai koalisinya yang ribut mengenai calon wakil, ia menepis kabar yang beredar. Menurutnya, pemilihan duetnya nanti di Pilwalkot Makassar semuanya bakal diputuskan ketika ada pertemuan.

“Ah tidak ji, akan berembuk nanti. Saya tidak tahu siapa nanti yang ditentukan, tapi pasti akan berembuk,” tambahnya.(*)


BACA JUGA