Beras

Pemprov Sulsel Pastikan Stok Beras Cukup Hingga Bulan Puasa

Rabu, 25 Maret 2020 | 18:56 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan stok beras akan terpenuhi hingga bulan Juni mendatang. Ini artinya bahkan di bulan Puasa pada akhir April pun bakal mencukupi.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Eko Pranoto mengungkapkan, cadangan beras terbilang cukup banyak lantaran bulan depan telah memasuki masa panen. Sehingga, stok beras nantinya bertambah dan inipun cukup untuk tiga bulan kedepan termasuk untuk bulan Puasa.

“Bulan depan sudah musim panen, diharapkan mampu menambah stok beras di Sulsel,” katanya saat Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Untuk Keluarga Miskin di Ruang Rapat Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel, Selasa (24/03/2020).

Mengenai jatah cadangan beras pemerintah untuk provinsi, sudah ada 200 ton. Sementara untuk kabupaten dan kota masing-masing memiliki jatah 100 ton. Ini mengacu pada Permensos No. 22 Tahun 2019 tentang Proses Penyaluran Berdasarkan Permintaaan. Adapun stok tersebut telah tersedia di Gudan Bulog.

“Stok tersedia standby di gudang Bulog,” sambungnya.

Ia menambahkan, pemenuhan permintaan oleh Gubernur, Bupati, Wali Kota, didasarkan status tanggap darurat yang ditetapkan oleh masing-masing pimpinan daerah. Ini juga berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Daerah.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman akan terus memantau koordinasi penanganan Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebijakan slow down aktivitas masyarakat karena Covid-19. Terkhusus usaha kecil dan fakir miskin, juga untuk menjaga stok beras dan sembako.

“Ada banyak pendapatan keluarga menurun bahkan kehilangan penghasilan sehari- hari akibat pengaruh langsung kebijakan social distancing, aktivitas transaksi ekonomi menurun dan tentunya banyak keluarga terdampak. Ini harus menjadi perhatian khusus,” katanya.

Rapar Koordinasi (Rakor) ketersediaan pangan ini mengutamakan pembicaraan soal antisipasi kecukupan pangan. Dimaksudkan bagi keluarga terdampak diluar program sosial reguler. (*)


BACA JUGA