Hasil Rapat Virtual DPRD Makassar, Anggaran Penanganan Covid-19 Bisa Cair Hari Ini

Jumat, 27 Maret 2020 | 11:45 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat bersama Sekretaris Kota Makassar Ansar dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggelar rapat virtual menggunakan aplikasi zoom, pada Kamis malam (26/3/2020).

Rapat tersebut membahas rencana anggaran penanggulangan dan pencegahan pendemi Covid-19 atau lebih dikenal dengan Virus Corona di Kota Makassar.

Hadi dalam rapat virtual tersebut yakni Kepala Dinas Sosial Muhtar Tahir, Kepala Dinas Kesehatan dr. Naisyah Azikin, Camat Mariso Harun Rani, Kapala BPBD, Kadis Damkar dan unsur pimpinan DPRD Makassar.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatma Wahyuddin mengatakan, bahwa DPRD Makassar bersama jajaran SKPD terkait sepakat agar pencairan anggaran penanggulan wabah Corona Virus bisa dipercepat. Pencairan anggaran ini bisa dilakukan per hari ini, Jumat (27/3/2020).



“Anggaran penanganan Covid-19 sudah bisa dicairkan, Dinas Kesehatan akan mengadakan alat pelindung diri, alat pengukur suhu tubuh, 1 juta masker, kantong jenazah, dan lainnya,” kata Fatma saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020).

Selain Dinas Kesehatan, lanjut Fatma, BPBD juga sudah siap menggelontorkan anggaran tanggap darurat bencana. Anggaran itu diperuntuhkan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pengurus satuan tugas, pemandi jenazah dan penggali kubur.

“Selain itu ada alat penyemprot dan cairan disinfektan,” ungkapnya.

Dinas Sosial juga telah diminta untuk menyiapkan anggaran dampak sosial dari wabah Corona Virus. Anggaran dari Dinsos ini untuk keperluan logistik kepada masyarakat yang berhak mendapatkan.

“Dinsos siap menyiapkan dapur umum dan memberikan sembako bagi masyarakar yang membutuhkan,” tutur Fatma.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Ansar dalam rapat virtual itu mengatakan, RSUD Daya menyiapkan ruangan khusus yang bisa menampung 40 pasien Corono Virus.

“Meski harus disiapkan kita berdia agar tidak terpakai, dalam artian wabah Corona Virus ini bisa cepat dicegah,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Makassar dan DPRD sepakat status tanggap darurat Corona Virus di Makassar bakal dievaluasi per 31 Maret mendatang.

“Jika terjadi kondisi darurat, maka Pemkot kembali merumahkan pegawai dan anak sekolah sampai kondisi stabil. Tapi semoga kondisi segera pulih dan kami semua dapat beraktivitas seprti biasa,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat virtual tersebut, yakni Ketua Komisi D DPRD Makassar Wahab Tahir, anggota komisi D masing-masing Kartini Junaid, Yenni Rahman, Irwan Djafar, Budi Hastuti, Sangkala Saddiko dan Al Hidayat Syamsu.(*)


BACA JUGA