Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, saat mengunjungi Gudang milik PT. Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Kamis (2/4/2020)

Mentan Syahrul Pastikan Stok Pangan Aman Hingga Lebaran

Kamis, 02 April 2020 | 21:18 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

CILEGON, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo meninjau stok dari 11 kebutuhan pangan masyakarat di Banten, Kamis (2/4/2020). Salah satu tempat yang dikunjungi ialah gudang milik PT. Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon.

Syahrul menjelaskan, bahwa peninjauan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Jokowi Widodo. Olehnya, itu ia kemudian turun langsung dan memastikan jumlah stok kebutuhan pangan apakah sesuai dengan data yang ada di Kementrian Pertanian (Kementan).

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sesuai perintah presiden agar semua Menteri melakukan validasi data dari ketersediaan ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya, Kamis (02/04/2020).

Hal tersebut dilakukan, kata dia, agar kebutuhan masyarakat terhadap 11 pangan tetap terpenuhi di tengah pandemi Corona atau Covid-19 saat ini. Sehingga, masyarakat tidak perlu cemas terhadap kebutuhan pangan.



Sebelumnya, banyak pihak yang juga meragukan ketersediaan stok pangan saat ini lantaran adanya pandemi Corona. Namun, dengan hadirnya upaya ini, pihak Kementan ingin menjawab keraguan dari beberapa pihak tersebut.

Lanjut, Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini pun menjelaskan, bahwa stok pangan berupa beras telah tersedia sebanyak 4 juta ton. Apalagi, telah juga ada panen raya, sehingga ada penambahan stok berjumlah 8 juta ton. Begitu juga dengan stok pangan lainnya, seperti gula yang terus digenjot produksinya.

“Beras kita sudah over stok hingga 4 juta ton kurang lebih. Kemudian bulan ini kita panen raya sebanyak 8 juta ton. Lalu ada juga stok gula yang terus diproduksi. Jadi tidak perlu khawatir dengan kebutuhan bahan pokok. Insyaallah semua dalam kendali,” kata Syahrul.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Nur Aini mendukung upaya Kementan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui peningkatan produksi dan percepatan pola tanam dengan menggunakan teknologi mekanisasi. Ia pun optimis kebutuhan pangan bisa aman sampai Lebaran nanti.

“Maka itu saya optimis bahwa sebelas kebutuhan dasar kita tetap terjamin aman dan terkendali sampai bulan puasa dan lebaran mendatang. Sekali lagi saya mendukung upaya Kementan dalam menggenjot produksi dan percepatan pola tanam,” katanya.

Sekedar diketahui, sebelas kebutuhan dasar itu diantaranya Beras, Jagung, Gula, Minyak, Daging, Telur, bawang dan cabai. Sebagai data penguat, saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020.

Untuk ketersediaan beras misalnya mencapai 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton. Jagung sebanyak 13.741.071 ton demgn kebutuhan 9.096.555 ton. Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton. Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton. Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton dan minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton.

Di samping itu, Kementan juga sudah melakukan kerjasama dengan satgas pangan baik di pusat maupun di daerah untuk mengantisipasi adanya oknum penimbun bahan pokok.(*)


BACA JUGA