Kerjasama Kementan dan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa yang menaungi Gojek di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (3/4/2020)

Kementan Gandeng Gojek Lancarkan Distribusi Pangan

Jumat, 03 April 2020 | 14:05 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Sektor pertanian menjadi kebutuhan prioritas dalam menghadapi pandemi Covid-19, apalagi bulan ini masyarakat muslim di Indonesia akan memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri. Presiden Jokowi di setiap arahannya mengatakan agar semua menteri termasuk pemerintah pusat dan daerah fokus untuk menjamin dan mempersiapkan stok pangan termasuk urusan pendistribusiannya.

Untuk memastikan akses pangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Kementerian Pertanian menggandeng Gojek untuk menyediakan jasa belanja pangan bagi masyarkaat tanpa harus keluar rumah.

“Ini sesuai arahan Presiden, kami diminta untuk memastikan ketersediaan 11 bahan pangan di tengah pandemi ini hingga Idul Fitri, dan saya mengapresiasi kerjasama dengan Gojek ini, karena untuk menyikapi tantangan saat ini, kita tidak bisa menggunakan cara-cara yang lama, kita harus tangani dengan cara-cara sekarang,” ungkap Syahrul usai menyaksikan penandatanganan kerjasama Kementan dan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa yang menaungi Gojek di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (3/4/2020).

Lebih lanjut Syahrul mengatakan dua hal yang penting dalam ketersediaan pangan adalah supply dan demand, ia meminta semua yang terlibat dalam pertanian ikut berperan dalam hal ketersediaan pangan dan stabilisasi harga. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan video conference bersama Kepala Dinas Lingkup Pertanian dan Produsen serta Supplier Pangan.



“Dua hal yang penting, pertama siapkan dan pastikan ketersediaan 11 komoditas pangan di daerah masing-masing, kedua mari kita ikut membantu stabilisasi harga pangan. Saya minta para Kepala Dinas siapkan ini dengan baik,” tambah Mentan yang sering disapa SYL tersebut.

Syahrul mengakui kondisi pandemi saat ini tentu mengganggu perekonomian negara, namun demikian pertanian harus tetap bertahan dalam kondisi apapun.

“Saya minta seluruh Kepala Dinas Lingkup Pertanian di daerah dan pelaku usaha bidang pertanian lainnya agar siap menjadi pahlawan. Berkomitmen menyiapkan kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Ayo kita selesaikan masalah pertanian ini dengan ketulusan,” tutupnya.

Sebagai informasi 11 komoditas pangan yang dimaksud adalah beras, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

Dalam kesepakatan bersama yang ditandatangi Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriari dan Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa, Dyan Shinto Ekopuri menyatakan bahwa kedua belah pihak akan berkomitmen menjaga ketersediaan, stabilisasi pasikan dan harga pangan ke 11 komoditas tersebut melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi yaitu Gojek.

Di kesempatan yang sama, Agung menyampaikan selain untuk mengantisipasi distribusi pangan dan mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing, kerjasama ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi para ojek online, ia mengaku masyarakat yang membeli pangan di Toko Mitra Tani milik Kementerian Pertanian via Gojek tidak perlu membayar biaya antar, dalam artian ongkos kirim Gojek diberikan secara gratis.

“Maksudnya disini biaya Gojek tersebut dibebankan ke Kementerian Pertanian, kami yang akan membayar, sistemnya tentu pihak Gojek sudah ada, dan ini tidak mempengaruhi harga pangan yang dibeli, jadi tentu driver Gojeknya juga mendapat bayaran, dan masyarakat diringankan dengan tidak dibebankan biaya antar,” jelas Agung.

Lebih lanjut ia mengatakan kerjasama ini nantinya akan diberlakukan di Toko Mitra Tani yang ada di seluruh Indonesia dengan jumlah mencapai 3500.

“Jadi kami harap masyarakat bisa memanfaatkan kerjasama ini. Konsep kami memang melayani kebutuhan pangan masyarakat harian dengan jumlah yang tidak besar paling tidak untuk kebutuhan tiga hari kedepan, ini menjadi bagian dari upaya kami juga dalam meminimalisir rush buying,” papar Agung.

Di kesempatan yang sama, Shinto selaku perwakilan dari pihak Gojek mengaku senang atas kesempatan yang diberikan Kementerian Pertanian untuk ikut berperan mendukung ketahanan pangan Indonesia. Ia mengatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam memastikan pendistribusian pangan di masyarakat tidak hanya di Jabodetabek tapi di seluruh Indonesia.

“Kami sangat senang karena kami menjadi on demand platform pertama yang diberi kesempatan untuk medukung keamanan logistic diseluruh Indonesia, seperti yang kita ketahui kelancaran distribusi pangan saat ini juga menjadi prioritas utama pemerintah, prinsip kami masyarakat harus happy agar healthy,” ungkap Shinto.(*)


BACA JUGA