Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat mengecek suhu tubuh pengendara melalui thermal scan di perbatasan Barombong, Sabtu (4/4/2020)

Awasi Pendatang, Pemkot Makassar Perketat Akses di Perbatasan

Minggu, 05 April 2020 | 16:48 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini memperketat akses jalur masuk dan keluar di perbatasan Kota Makassar. Demi mencegah penyebaran Corona atau Covid-19, para pendatang mesti menjalani prosedur yang ada selama di perbatasan.

Setiap pendatang yang hendak masuk atau keluar Makassar mesti menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo scan infrared. Serta seluruh kendaraan yang melintas pun akan disemprot dengan disinfektan. Sebanyak tujuh perbatasan di Makasar dijaga ketat oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama BPBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP Kota Makassar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mengecek dan memastikan orang yang masuk maupun yang keluar dalam kondisi normal. Pasalnya, penyebaran Corona kerap kali terjadi melalui kedatangan orang dari luar daerah.

“Kami lakukan pengecekan suhu badan, jika ada yang memiliki panas di atas normal kita langsung lakukan pemeriksaan sesuai SOP. Di setiap perbatasan kami siapkan tim medis untuk lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengendara yang memiliki suhu badan di atas normal,” terang Iqbal Suhaeb saat melakukan pemantauan di Posko Covid-19 Barombong, Sabtu (4/4/2020).



Dalam pemantauan tersebut, Iqbal terlihat ikut menyetop kendaraan yang melintas, dan langsung melakukan pengecekan suhu badan kepada seluruh penumpang kendaraan. Sejumlah petugas dari Dishub, Satpol PP, Dinkes, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar) turut ikut membantu proses pemeriksaan tersebut.

“Kita tidak lakukan lockdown karena itu kewenangan pemerintah pusat. Makanya kami terapkan sejumlah pembatasan, baik itu karantina wilayah yang menjadi episentrum penyebaran virus, pembatasan ketat untuk warga yang ingin masuk dan keluar pulau, termasuk yang kita lakukan hari ini, pengecekan secara penyeluruh satu persatu yang melintas di tujuh perbatasan yang menjadi akses darat masuk Kota Makassar,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dishub Makassar, Mario Said menjelaskan langkah tersebut diambil oleh pihaknya dengan melihat kondisi saat ini yang darurat. Ia mengaku telah menurunkan ratusan personil untuk menjaga ketat akses di perbatasan. Koordinasi dari beberapa Operasi Perangkat Daerah (OPD) pun juga dilakukan.

“Sebanyak 100 lebih personel kami turunkan untuk menjaga di tujuh pintu masuk melalui jalur darat Kota Makassar. Kami berkolaborasi teman-teman Satpol PP, BPBD, Damkar dan Dinas Kesehatan dalam mengawasan perbatasan ini. Selain itu kami juga melakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh kendaraan yang melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Adapun tujuh wilayah perbatasan yang dilakukan pengawasan ketat, diantaranya Perbatasan Maros-Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Hertasning Perbatasan Makassar-Gowa, Jalan Sultan Alauddin Perbatasan Makasar-Gowa, Jalan Poros Barombong Tamalate Perbatasan Makassar-Takalar, Terminal Mallengkeri, Terminal Daya, serta Dermaga Kayu Bangkoa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusli yang hadir di tempat tersebut mengaku telah menyiapkan sejumlah alat thermo scan infrared yang digunakan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan pengendara di seluruh posko pemeriksaan. Sejumlah pejabat Pemkot Makassar terlihat hadir mendampingi Iqbal diantaranya, Asisten I Pemkot Makassar, Sabri, serta Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Makassar, Andi Bukti Djufrie.(*)


BACA JUGA