Jahe/INT

Disebut Ampuh Tangkal Corona, Harga Jahe Tembus Rp70 Ribu

Minggu, 05 April 2020 | 18:27 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Harga rempah rupanya mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Makassar. Utamanya jahe merah yang kini mencapai angka Rp70 ribu dari yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu. 

Sementara harga jahe biasa telah berada di angka Rp50 ribu yang dulunya hanya Rp30 ribu. Kenaikan harga ini ternyata dipicu oleh minat masyarakat yang tinggi terhadap jahe. 

Sebah, khasiat dari jahe disebut mampu menangkal virus Corona atau Covid-19 yang saat ini merebak. Lonjakan harga ini sudah terjadi pada Maret lalu.

Jahe merah sendiri merupakan rempah yang paling banyak dicari konsumen. Bahkan, rempah ini sering kosong persediannya lantaran minat konsumen yang tinggi.



“Susah didapat, harganya pun mahal, sekarang Rp70 ribu per kilo dari harga awal Rp50 per kilo,” kata salah pedagang di Pasar Toddopuli, Nurdin saat ditemui, Minggu (5/4/2020).

Penjualan jahe saat ini bisa sampai 15 kilo per hari. Padahal, biasanya ia hanya mampu 5 kilo per hari. Bukan hanya jahe saja yang mengalami kelonjakan harga. Harga rempah lainnya juga ikut naik lantaran banyak konsumen menaruh minat.

“Satu bulan terakhir jahe paling banyak laku, bukan cuma itu, temulawak dan kunyit juga banyak dicari,” akunya.

Seperti kunyit yang saat ini mencapai Rp15 ribu per kilo yang dulunya hanya Rp10 ribu per kilo. Sementara, temulawak sama dengan harga kunyit, dari Rp10 ribu sekarang Rp15 ribu per kilo.

Sementara itu, komoditas lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga. Meski banyak yang cari, namun kenaikan harga tidak begitu tinggi.

“Rp45 ribu satu kilo dulu Rp35 ribu, sementara bawang merah harganya Rp35 ribu, yang dulu Rp30 ribu per kilo,” bebernya.(*)