Rektor UNM, Husain Syam

UNM Bagi-Bagi Kuota Gratis Hingga 60GB untuk Kuliah Daring Mahasiswa

Minggu, 05 April 2020 | 18:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dalam menunjang perkuliahan daring para mahasiswa, Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan kuota gratis bagi mahasiswa. Total kuota gratis yang diberikan mencapai 60 Giga Byte (GB).

Rektor UNM, Husain Syam mengatakan, bahwa bantuan ini diberikan agar mahasiswa bisa menjalani perkuliahan tanpa resah dan mengeluh soal biaya untuk kuota. Saat ini, pihaknya telah memberikan kuota sebanyak 30GB per bulan untuk mahasiswa. 

Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pihak Telkomsel dan Indosat Ooredoo. Subisdi kuota yang diberikan ialah 30GB. Sehingga totalnya menjadi 60GB.

“Jadi kalau mahasiswa punya dua kartu, Telkomsel dan Indosat, maka yang mahasiswa yang bersangkutan memiliki jatah 60 GB per bulan. Itu bisa sampai bulan Juli,” katanya, Minggu (5/4/2020).



Ia juga mengatakan, bantuan ini akan diberikan oleh mahasiswa selama ada pandemi Corona atau Covid-19 ini. Saat ini telah ada 10 ribu mahasiswa yang mendapat subsidi kuota tersebut.

“Jadi selama Covid-19, kami akan gratiskan kouta 30 GB per bulan. Sampai saat ini, sudah 10 ribu mahasiswa yang kami layani dengan kerjasama Telkom Indonesia tanpa batas,” ungkapnya.

Mantan Dekan Fakultas Teknik (FT) UNM ini menambahkan, kuliah daring akan terus dilakukan demi memperlindungan bagi mahasiswa. Pihaknya pun selalu mengikuti perkembangan pandemi ini dan tetap menjalankan perintah pusat dengan baik.

“Memang hal ini adalah langkah paling solutif. Dengan kuliah online, maka tidak ada kegiatan akademik yang tertunda,” terang Guru Besar Bidang Teknik Pertanian itu. 

Tak sampai di situ, aktivitas ujian proposal hingga ujian tutup juga akan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kata Husain, UNM tak ingin merugikan dan menciderai mahasiswa akibat pandemik Corona.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami di UNM konsisten menjalankan kuliah daring sebagai pengganti tatap muka. Tentu dengan efisiensi dan perhitungan yang matang agar kualitas tidak jauh beda,” cetusnya. 

Sementara itu, salah satu mahasiswa UNM, Andi Asniar mengaku sangat terbantu dengan adanya kouta gratis ini. Menurutnya, kuota subisidi ini bisa memberikan kenyamanan baginya dalam melaksanakan kuliah daring.

“Senang dan banggalah, karena bisa dibantu pihak kampus, jadi kami yang di kampung tidak kerepotan lagi dengan kuota. Apalagi, saat ini kuota merupakan kebutuhan primer mahasiswa,” cetus mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS ini.(*)


BACA JUGA