Padi siap panen

Kadis Pertanian Sergai: Hadapi Wabah Covid-19, Persediaan Pangan Masih Aman

Rabu, 08 April 2020 | 16:08 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

SERGAI, GOSULSEL.COM — Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berdasarkan Surat Gubernur Sumatera Utara No. 520/2699/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Penyampaian Luas Baku Lahan Sawah Tahun 2019 bahwa luas sawah Kabupaten Serdang Bedagai 28.016,95 ha. Lahan pertanian ini berada di 17 Kecamatan dan 243 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 610.900 jiwa.

“Potensi pertanian cukup luas dan saat ini masih panen, persediaan pangan di Kabupaten Sergai dalam menghadapi wabah Covid-19, masih aman bahkan surplus,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto, Rabu (8/4/2020).

Ia menambahkan sentra tanaman padi antara lain berada di Kecamatan Pegajahan, Perbaungan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, Sei Bamban, Tebing Tinggi, Tanjung Beringin, Bandar Khalipah, Tebing Syahbandar, Serbajadi, Silinda, Dolok Masihul dan Sipispis.

Pada tahun 2019 Kabupaten Sergai dengan luas panen 69.018 ha menghasilkan beras 250.198 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga surplus 173.029 ton. Sedangkan luas panen dari bulan Januari hingga April 2020 seluas 25.266 ha menghasilkan beras 91.592 ton.



“Kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai selama periode Januari sampai April ini adalah 25.731 ton, sehingga masih surplus 65.861 ton. Dengan kebutuhan beras rata-rata per bulan sebesar 6.433 ton, maka sampai periode panen Agustus-September ketersediaan pangan di Kabupaten Serdang Bedagai masih aman,” bebernya.

Lanjut Radianto, Kabupaten Sergai dengan pola tanam yang dimulai di bulan April sampai September 2020 dengan estimasi tanam seluas 28.016,95 ha, maka akan didapatkan luas panen untuk periode September-Desember seluas 26.988 ha dengan estimasi provitas 5,8 ton/ha, maka didapatkan produksi 156.530 ton. Dengan demikian akan didapatkan beras 98.206,92 ton.

“Maka estimasi kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai untuk periode Mei sampai dengan Desember adalah 51.462 ton, maka berdasarkan estimasi tersebut masih akan ada surplus beras 46.744,92 ton,” terangnya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah derah (Pemda) dan pelaku usaha bekerjasama dalam penanggulangan penyebaran wabah Covid-19 dengan menyediakan pangan selama pandemik berlangsung. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hasil panen petani harus menguntung dan distribusi pangan pun dipastikan lancar.

“Masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan pangan, Kementan dan Pemda menjamin dan akan terus bekerjasama memenuhi ketersediaan tersebut,” katanya.

Secara nasional, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras. Kemudian, panen padi akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha dengan produksi 3,81 juta ton beras.

“Karena itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pangan harus aman dan harga stabil. Kami mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP, red),” tegasnya.

‚ÄúPemerintah dalam hal ini Kementan melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini. Kami punya program Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi, red) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat, red),” tutupnya.(*)