Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat Konferensi Pers di Rumah Pribadinya, Kamis (19/3/2020)

Soal Penerapan PSBB di Sulsel, Nurdin Abdullah Belum Putuskan

Rabu, 08 April 2020 | 14:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah angkat bicara mengenai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, kebijakan tersebut belum bisa diterapkan di Sulsel.

Diketahui, PSBB sendiri merupakan kebijakan dari pemerintah pusat untuk mencegah dan menekan penyebaran Corona atau Covid-19 dalam skala besar. Penerapan PSBB bakal mulai dilakukan di DKI Jakarta pada 10 April mendatang.

Namun, di Sulsel, Nurdin Abdullah belum ingin menerapkan PSBB. Sebab, kata dia, pihaknya telah mengetahui penyebab dari penyeberan Corona ini. Sehingga, ia ingin fokus dulu memecahkan masalah tersebut.

“Episentrum penyebaran kan sudah jelas di Makassar, klaster pembawa virus Corona ini dari umroh itu 80 persen, 20 persen itu cariernya (pembawa virus) ke keluarga dan orang terdekat,” ujarnya, Selas (07/04/2020).



Apalagi, menurut Mantan Bupati Bantaeng ini, Sulsel merupakan wilayah penyangga pangan nasional yang menyuplai beras ke 27 Provinsi di Indonesia. Untuk itu, tidak perlu ada PSBB. Sebab, perekonomian tetap harus. jalan. Hanya perlu ada pemetaan untuk mengetahui lokasi penyebaran.

“Kita sekarang lagi petakan ini, episentrum pertama itu Makassar, sekarang Gowa juga sudah mulai terus meningkat, Maros juga dan Sidrap. Nah sekarang kita lebih gampang mengisolir ini,” tambahnya.

Yang terpenting, kata Nurdin, seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat bisa mengikuti aturan pemerintah dengan tidak melakukan aktivitas dan kegiatan diluar rumah. Agar penyebaran Covid-19 tidak meluas.

“Yang harus menjadi tracing kita sekarang ini adalah daerah yang memang masih nol pasien positif, itu kita minta dijaga betul secara ketat. Oleh karena itu, kami tidak serta merta untuk melakukan yang namanya PSBB,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA