Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat ditemui di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (09/04/2020).

Nurdin Abdullah Tanggapi Santai Soal Warga Ramai di Jalan

Sabtu, 11 April 2020 | 16:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menanggapi dengan santai soal warga yang ramai di jalan saat pandemi Corona berlangsung. Menurutnya, mereka telah memahami prosedur untuk terhindar dari virus ini.

“Nah itu, begini kalau saya lihat ada pemahaman masyarakat kita, dua minggu sudah isolasi rumah. Dia menganggap ini sudah selesai,” ujarnya saat ditemui di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (09/04/2020).

Ini artinya, kata dia, sosialiasi mengenai pencegahan corona dianggap berhasil. Sehingga, tak ayal, jika kondisi di jalan tetap ramai sebab warga sudah paham prosedurnya.

“Makanya itu ramai lagi jadi saya kira sosialisasi ini penting,” kata Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.



Mengenai upaya lanjutan yang dilakukan oleh pihaknya untuk menekan penyebaran virus ini, ialah menerapakan program pembatasan sosial. Sementara penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat belum diputuskan.

“Di PSBB itu kan disebutkan bahwa yang harus kita lakukan sekolah dari rumah, bekerja dari rumah. Yang lain (tidak boleh dilakukan) keramaian, kecuali pasar, toko, itu tidak boleh dilakukan (penutupan),” tutur pria asal Parepare ini.

Di samping itu, pihaknya juga mulai menjalankan program jaring pengaman sosial. Dimana masyakarat kelas bawah yang bekerja di sektor informal, seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemudian ada pedagang dan tukang ojek, untuk menjadi fokus dalam meringankan beban ekonomi mereka lantaran terkena dampak Corona.

“Oleh karena itu, yang menjadi fokus kita pada rapat Forkompida kali ini yang pertama adalah jaring pengaman sosial, terutama saudara-saudara kita yang bekerja di sektor informal. Ini harus kita pikirkan,” lanjutnya. (*)


BACA JUGA