#

Bupati Barru Sosialisasikan Kartu Pra-Kerja dan Bantuan Desa

Senin, 13 April 2020 | 22:07 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BARRU, GOSULSEL.COM – Bupati Barru Suardi Saleh secara khusus memberi pengarahan ke para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barru, terkait penanganan dan antisipasi dampak dari Covid-19, Senin (13/04/2020).

Sambil menerapkan standar pencegahan saat berinteraksi dengan menjaga jarak dan memakai masker, Suardi Saleh memberi sejumlah penekanan yang harus segera dijalankan semua kepala desa (kades) dan lurah se-Kabupaten Barru dengan tetap berpedoman pada perubahan kebijakan yang sudah diputuskan pusat, maupun Pemkab.

“Pertama, sekarang ini ada kartu pra kerja. Syaratnya adalah sudah berusia di atas 18 tahun dan sudah tidak kuliah dan tidak kerja. Sampaikan untuk mendaftar. Tolong  diteruskan ke masyarakat,” imbaunya di Mushallah Kantor Bupati Barru.

Untuk program ini, warga yang memenuhi syarat, bisa mendaftar via online tanpa dipungut biaya. Karena itu, Kades dan Lurah harus meneruskan, agar mereka yang berhak tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.



“Kedua, Pemerintah (Pusat) beri kita kewenangan untuk tangani Covid-19 ini dengan cara mengalokasikan Dana Desa untuk refocusing menangani Covid-19 ini,” tambah Suardi Saleh.

Ia mencontohkan, alokasi dana desa itu bisa dialihkan sebagian ke pembelian masker untuk dibagikan ke semua penduduk. Dan jika memungkinkan menyiapkan juga sabun atau hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

“Saya harap ini segera dilakukan. Jangan tunda. Termasuk masker ke semua warga. Khusus kelurahan, itu disiapkan melalui Dinas Kesehatan,” tegas Suardi Saleh yang didampingi Wakil Bupati Nasruddin AM, Plh Sekda Abustan, dan sejumlah pimpinan SKPD.

Terkait  Bantuan Langsung Tunai yang besarannya Rp 1 Miliar sampai 1,2 Miliar untuk dana desa, disiapkan  20 sampai 25 persen. Sedangkan dana desa yang angkanya Rp1,2 sampai Rp 2 Miliar bisa sampai 30%, meski masih menunggu landasan hukum secara tertulis dan pusat.

Begitu juga program pekerjaan fisik, diminta ditunda dulu tahun iniselama penanganan wabah corona. Menurutnya, fokus sekarang adalah melindungi daerah dan warga kita dari penularan wabah tersebut.

“Untuk pekerjaan fisik di desa tahun ini ditunda dulu. Kita fokus dulu untuk penanganan  Covid-19. Kita siapkan juga  kelurahan BLT sama seperti di desa, Rp600 ribu,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi ini, Suardi Saleh juga mempertegas kembali, agar semua bantuan dan program yang dijalankan harus adil, dan tepat sasaran. Karena itu, sangat penting melakukan pendataan yang baik.

“Pasti banyak orang mengharapkan bantuan yang rentan miskin apalagi miskin. Misalnya penjual yang sehari-hari bekerja ada penghasilan, tapi tiba-tiba tidak ada pemasukan. Maka situasi ini akan terasa berat. Jalan keluarnya adalah pendataan, karena jangan sampai akurasi pendataan tidak mengcover semua miskin dan rentan miskin. Sesuaikan dengan kondisi sesungguhnya,” tegas Suardi Saleh.

Hal lain adalah menyiapkan penguatan ekonomi desa, seperti memberikan bantuan permodalan bagi UMKM yang sangat terdampak. Tapi pendataan harus dipersiapkan secara matang.

“Saya harap betul pendataan dipersiapkan sehingga tidak muncul hal yang tidak kita inginkan di masyarakat. Kemudian, ada penambahan Bantuan Pangan Non Tunai di Dinas Sosial yang memang sebelum ada Covid-19 di data, jangan ada tumpang tindih antara penerima PKH, BPNT,” paparnya.

Sebelum mengakhiri pengarahannya, Suardi Saleh kembali mengingatkan ke semua Kades dan Lurah untuk selalu pro aktif dan meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing. Seperti jika ada warga yang baru masuk, harus dilaporkan. Utamanya dari daerah transmisi lokal.

Hal itu sangat penting, agar mereka bisa segera diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan memintanya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.(*)