Lurah Mannuruki, Muhammad Ari Fadli

Geger Soal Isu Provokasi Warga, Lurah Mannuruki Angkat Bicara

Selasa, 14 April 2020 | 10:00 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Lurah Mannuruki, Muhammad Ari Fadli angkat bicara. Ini mengenai soal dirinya yang dikabarkan memprovokasi warga menolak mengisolasi Orang dalam Pemantauan (ODP) di BPSDM. 

Kabar tersebut beredar di media, dimana Ari diduga melakukan tindakan yang tidak terpuji. Ari mempertontonkan aksi anti prikemanusiaannya pada masyarakat di Makassar. 

Ari disebut mendukung warga di Jalan Alauddin untuk menolak Kampus I BPSDM Sulsel sebagai tempat isolasi ODP dan PDP. Alasannya, sangat membahayakan bagi warga sekitar.

Lantas, ia pun membantah kabar tersebut. Dalam klarifikasinya, Ari Fadli justru menunjukkan sikap sangat mendukung penanganan virus Corona. 



“Tabe tadi pagi ada sejumlah warga yang bermukim di sekitar kantor diklat provinsi melakukan penolakan mengenai rencana Pemprov menempatkan pasien ODP dan PDP di kantor tersebut (BPSDM),” jelasnya, Senin (14/4/2020).

Ketika sampai di lokasi sudah ada perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yakni Asisten 1, Tau Toto Ranggina dan Kepala BPSDM, Imran Jausi. Tau Toto sempat menanyakan jadwal pemberitahuan ke warga mengenai lokasi tersebut yang akan digunakan sebagai tempat isolasi.

“Saya sampaikan penyampaian kelurahan dapat kemaren sore atau minggu sore saat rapat kordinasi di kantor camat. Dan malamnya kami sudah sampaikan ke tokoh masyarakat dan RT/RW mengenai rencana tersebut,” katanya.

Adapun, Ari menyampaikan ke Kepala BPSDM mengenai pengangkutan sampahnya. Agar pihak kelurahan tidak mengangkut sampahnya karena mau mengecek bagaimana proses pengelolahan limbah sampah di tempat itu.

“Karena selama ini yang kami tau sampahnya hanya sebatas sampah hasil kantoran. Dengan ditempatkan lokasi itu untuk pasien isolasi ODP dan PDP tentunya kami harus melengkapi petugas sampah kita dengan alat pengaman karena takutnya sampah kantoran digabungkan  dengan sampah hasil pasien ODP dan PDP,” terangnya.(*)