Panen raya padi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

DPR Minta Kementan Fokus Bantu Sarana Produksi Pertanian

Kamis, 16 April 2020 | 21:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penanganan dampak Covid-19 melalui berbagai cara. Salah satunya dengan mempercepat program bantuan sarana produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bulan puasa dan hari raya lebaran 2020 mendatang.

Mengenai hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Maria Lestari meminta Kementerian Pertanian (Kementan) terus memfokuskan programnya pada percepatan bantuan sarana dan prasarana, terutama pada program padat karya tahap dua untuk intensifikasi padi, jagung dan kedelai.

“Saya berharap agar strategi ini bisa segera dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder. Bagi saya, keberadaaan program pertanian untuk petani kecil adalah sebuah keniscayaan. Tentu saya juga berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada para petani,” ujar Maria dalam rapat kerja DPR-Kementan yang digelar melalui video telekonference, Kamis (16/4/2020).

Di tempat berbeda, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa distribusi bantuan sudah dilakukan sejak pemerintah menetapkan darurat Covid-19. Menurut Mentan, bantuan itu meliputi alsintan, benih, bibit, pupuk, pakan ternak, obat hewan, vaksin serta bantuan sarana produksi lainnya yang difokuskan pada penyediaan kebutuhan bahan pokok bagi 267 juta penduduk Indonesia.



“Di samping itu, kami juga mengakselerasi produksi pertanian, khususnya melalui kegiatan padat karya seperti perbaikan sarana irigasi, gerakan tanam, pengendalian OPT dan panen. Semuanya mempekerjakan tenaga kerja yang kehilangan penghasilan akibat dampak ekonomi dari pandemi ini,” katanya.

Selain itu, Kementan mendorong kelancaran distribusi bahan pangan pokok seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih dan cabai besar melalui kerjasama dengan layanan aplikasi jasa Gojek dan Grab.

“Bahkan kami juga fokus pada stabilitas harga ayam yang saat ini mulai membaik walaupun belum pada posisi yang kita harapkan. Kemudian membuka pasar tani yang bekerjasama dengan perusahaan e-commerce seperti Blibli Indonesia,” katanya.

Menurut Syahrul, keberadaan pasar tani merupakan sebuah energi baru untuk stabilisasi harga di lapangan. Karena itu, Syahrul berharap pasar ini selalu ada di 34 provinsi dengan pengasasan langsung dari pimpinan daerah.

“Pasar tani itu bukan pasar baru. Justru kita menambah energinya. Pasar tani itu bisa menstabilasi harga. Karena itu, kami memdorong pasar ini berdiri di 34 provinsi, minimal ayam dan gula bisa kita siapkan secara baik,” tutupnya.(*)


BACA JUGA