Penangkaran Benih Padi di Jambi

Masa Pandemik Covid-19, Penangkar Benih Padi di Jambi Tetap Berproduksi

Minggu, 19 April 2020 | 15:35 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MUARO JAMBI, GOSULSEL.COM — Memasuki musim tanam kedua dan masa pandemik Covid-19 ini, Kabupaten Jambi melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman (BPSB) tetap melaksanakan pengawalan produksi benih. Hal ini nampak saat panen benih padi di salah satu penangkar benih Kelompok Tani Usaha Sepakat, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Hulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala BPSB Provinsi Jambi Taufik menjelaskan panen benih tersebut dilakukan di areal seluas 155 hektar (ha). Varietas yang dipanen dan sertifikasi adalah benih kelas BR varietas unggul Inpara 3, lokal Mawar dan Sailun Salimbai dengan produktivitas mencapai 6,4 ton per ha GKP.

“Benih ini bisa memasok kebutuhan benih di

Benih padi dari Jambi

sekitar kecamatan kumpeh hulu dan kecamatan lain,” kata Taufik di Jambi, Minggu (19/4/2020).

Melalui video teleconference, Staf khusus Menteri Pertanian, Imam Mujahidin Fahmid menyatakan bahwa benih merupakan komponen yang sangat penting dan strategis. Hal ini untuk memenuhi target produktivitas sebesar 7 persen per tahun.



“Benih merupakan titik tonggak starting awal setiap budidaya tanaman,” jelasnya.

Guna mendukung perbenihan dalam negeri, tahun 2020 ini sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian melalui Direkorat Jenderal Tanaman Pangan telah mengalokasikan bantuan melalui program korporasi benih. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap melalui kegiatan produksi dan sertifikasi benih padi ini diperoleh benih padi yang unggul dannberkualitas di Provinsi Jambi.

“Dan diharapkan benih padi varietas unggul nasional dan lokal dapat terus dihasilkan secara mandiri tanpa menunggu benih dari daerah lain yang membutuhkan waktu yang lama,” sebutnya.

“Selain itu, harapan kami juga kegiatan ini perlu disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Di beberapa tempat sudah mulai membuahkan hasil dan dapat meningkatkan pendapatan para penangkar benih dan petani,” pinta Suwandi.(*)


BACA JUGA