Panen padi

Bupati: Saat Pandemi Covid-19, Petani Lingga Siap Masuk Musim Tanam Kedua

Selasa, 21 April 2020 | 09:57 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

LINGGA, GOSULSEL.COM — Panen raya padi masih tetap berlangsung di beberapa daerah sedangkan sebagiannya lagi akan segera memasuki musim tanam kedua diantaranya petani di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau Tengah.

Wabah virus Covid-19 terbukti tak membuat produktivitas petani Lingga surut sehingga usai panen raya, empat Desa di Kabupaten Lingga melakukan penyiapan lahan untuk menyambut musim tanam kembali yakni musim tanam kedua 2020.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan bahwa ia telah menerima laporan persiapan musim tanam kedua dari Kepala Dinas Pertanian Lingga.

“Alhamdulillah, hari ini saya dapat laporan dari Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, bahwa sudah ada empat desa yang telah melakukan penyiapan lahan untuk memasuki musim tanam kedua tahun ini,” demikian dikatakan Alias, Selasa (21/4/2020).



Alias menjelaskan terdapat empat desa yang tengah persiapan musim tanam kedua itu yakni yakni, Desa Lanjut, Desa Sungai Besar, Desa Kerandin dan Desa Bukit Langkap. Hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat khususnya Kabupaten Lingga.

“Saya berharap keempat desa ini bisa berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat Kabupaten Lingga, seperti halnya Desa Panggak Darat,” terangnya.

Ia mengimbau kepada para penyuluh pertanian untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk tetap memastikan ketersediaan sumber-sumber air bagi pengairan sawah pada keempat desa tersebut.

Selain itu, Bupati Alias pun menyampaikan berdasarkan prakiraan kondisi iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya.

“Prakiraan cuaca dari BMKG ini harus kita jadikan rujukan, untuk menyiasati kondisi iklim wilayah Kabupaten Lingga yang diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari biasanya,” katanya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan kondisi saat ini tidak menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi dan pemerintah akan terus memantau dan membantu jika ada kesulitan.

“Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pangan harus tetap menjadi prioritas meskipun ada pandemi, dan pangan merupakan basic utama. Kami juga menjamin stok pangan aman memasuki bulan puasa yang tinggal seminggu lagi,” katanya.

Lebih lanjut Suwandi menegaskan pengamanan pangan selama pandemi Covid-19 ini memang menjadi peran sentra. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meminta dukungan semua sektor pertanian untuk turut mengambil peran tanpa mengabaikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalau kalian semua sudah turun tangan, seluruh protein di Indonesia kita jamin, harga beras bisa kita kendalikan, perut rakyat terisi, apa ada yang ribut berlebihan,” ujarnya.

Suwandi menuturkan bahwa upaya mengamankan produksi pangan ini adalah pertarungan dunia akhirat. Sebab barangkali secara kesehatan bisa selesai dengan cepat, kalau semua mengikuti anjuran pemerintah.

“Tapi perang menghadapi dampaknya Covid-19 itu bagi pertanian berperahu. Di sinilah dibutuhkan kebersamaan, kalau tidak kita akan melihat ceceran bermasalah di depan mata kita,” tukasnya.(*)


BACA JUGA