Panen jagung di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

Panen Jagung di Bantaeng, Mentan SYL Amankan Stok dan Harga

Selasa, 21 April 2020 | 09:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BANTAENG, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Bupati Bantaeng Ilham Azikin melakukan panen jagung seluas 350 hektar di Desa Kaloling Kecamatan Gantarang Keke, Senin (20/4/2020).

Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol kesehatan di areal panen, Mentan SYL mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19, ini adalah waktu di mana kepedulian kita kepada kepentingan kehidupan diuji. Covid ini juga menguji keberpihakan kita kepada rakyat, menguji juga kepedulian kita kepada bangsa dan negara,” kata SYL.

Ada tiga hal menurut SYL yang harus diwaspadai. Pertama, ancaman Covid-19 yang penyebarannya hampir ke seluruh negara. Kedua, kekeringan yang sudah melanda Vietnam dan Thailand sebagai negara produsen dan eskportir beras. Kedua negara tersebut, menurut SYL sudah mulai menerapkan manajemen ketat ketersediaan pangan. Yang ketiga adalah dampak kemungkinan-kemungkinan sesudah Covid-19, salah satunya yaitu ekonomi global yang terus bergejolak.



“Oleh karena itu, mulai sekarang, masing-masing dari kita harus mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Dan hari ini saya bangga, melihat produksi jagung di Bantaeng,” ujar SYL.

Komoditas jagung menurutnya memiliki peran sangat strategis dalam sistem ketahanan pangan nasional maupun sebagai penggerak ekonomi bangsa. Selain itu juga, jagung memiliki kontribusi dalam ketersedian protein yang menjadi bahan baku pakan baik ternak maupun perikanan serta industri lainnya.

Covid-19 menurut Bupati Bantaeng Ilham Azikin berdampak pada harga jagung basah yang mengalami penurunan sebesar 40 persen karena terkendala beberapa pabrik pengolahan pakan ternak mengurangi jam kerja sehingga tidak terserap oleh pasar.

Namun, menurutnya permintaan jagung dalam lima tahun ke depan akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.

“Untuk itu, Pemkab Bantaeng berusaha melindungi petani. Jika terjadi gagal panen, Pemkab Bantaeng bersama Kementan menggulirkan program asuransi. Ada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang tahun 2020 ini ditargetkan 5 ribu hektar sawah, Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan target 6 ribu ekor sapi betina,” kata Ilham.

Luas areal pertanaman jagung di Bantaeng menurut Ilham Azikin mencapai 15 ribu hektar tersebar hampir di semua kecamatan termasuk di lokasi panen yang merupakan sentra pengembangan komoditi jagung di Bantaeng, Desa Kaloling Kecamatan Gantarang Keke yang pada masa tanam pertama, melakukan penanaman jagung seluas 350 hektar yang diperkirakan akan menghasilkan 7-8 ton per hektar.

Pada kesempatan itu juga, Mentan SYL menyerahkan bantuan berupa benih padi untuk 6.200 hektar (155.000 kg), benih jagung hibrida 3.000 hektar (45.000 kg), 3 unit power thresher, 5 unit corn sheller dan power thresher multiguna mobile sebanyak 3 unit.

“Bantuan ini mudah-mudahan bisa meningkatkan produktivitas. Dan hasil panen hari ini cukup menggembirakan. Sekali lagi saya bangga dengan kinerja yang sudah ditunjukkan oleh Bantaeng. Ini harus diserap maksimal oleh pelaku usaha sesuai dengan HPP yang ada,” ujarnya.

Namun, Mentan SYL mengingatkan bahwa ada satu masalah yang harus dipecahkan bersama yaitu harga bahan pangan yang tinggi tapi di tingkat petani rendah.

“Ini masih menjadi PR kita bersama. Tapi, saya yakin dengan bersama-sama, persoalan ini akan kita temukan solusinya,” pungkas SYL.(*)


BACA JUGA