Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah (Foto: hellosehat.com)

Hasil Penelitian Sebut Nebivolol Efektif Kontrol Tekanan Darah

Jumat, 24 April 2020 | 00:09 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Menarini Indonesia bersama dengan sebuah tim peneliti di Korea Selatan telah merilis hasil dari penelitian BENEFIT. Penelitian tersebut merupakan penelitian observasional nebivolol dilakukan terhadap 3.250 pasien hipertensi di Korea Selatan.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan nebivolol setiap hari efektif dan dapat membantu mengontrol tekanan darah dengan lebih baik.

“Penelitian kami menunjukkan efektivitas nebivolol dalam mengontrol tekanan darah terlepas dari usia, jenis kelamin, dan indeks masa tubuh awal pasien,” jelas Dr. Jinho Shin, Professor and Chief of Cardiology, Division of Cardiology, Department of Internal Medicine, Hanyang University Seoul Hospital, Seoul, Korea, penulis pertama penelitian BENEFIT ini.

Melihat keadaan sekarang, penyebaran Covid-19 di seluruh dunia semakin marak, dengan 2,4 juta orang positif terkena virus ini dan lebih dari 165,000 kematian di dunia dan di Indonesia saat ini 6,575 orang positif terkena virus dan lebih dari 500 kematian, namun masih belum ada kejelasan terkait penyakit ini.



Penelitian awal menunjukkan pasien dengan komorbiditas dasar seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, yang bisa menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi akibat Covid-19. Ini merupakan hasil dari respon inflamasi sistemik yang tinggi akibat virus Covid-19, yang bisa berujung pada serangan jantung ketika aliran darah ke jantung dibatasi karena pembekuan darah dari pecahnya plak koroner.

Namun belum ada bukti ilmiah yang mendukung peningkatan risiko infeksi Covid-19 akibat penggunaan obat antihipertensi. Oleh karena itu, penting bagi pasien hipertensi untuk melanjutkan pengobatan dengan obat antihipertensi demi menjaga kondisi mereka.  

Efektifitas nebivolol terlihat pada pasien baru juga pada pasien yang mengonsumsi nebivolol sebagai pengobatan tambahan ke dalam pengobatan antihipertensi yang sudah ada sebelumnya. Efek paling besar terlihat saat nebivolol diberikan sebagai pengobatan tunggal kepada pasien baru dan sebagai obat tambahan untuk pengobatan antihipertensi, yang meliputi penghambat renin-angiotensin system (RAS blocker), penghambat kanal kalsium (calcium channel blocker – CCB), serta kombinasi antara RAS blockers dan CCB. Beberapa penelitian telah menunjukkan manfaat dari pengobatan kombinasi nebivolol dan RAS blockers, CCBs, dan diuretik dalam menurunkan tekanan darah.

“Nebivolol memiliki profil efek samping yang lebih baik, termasuk efek yang tidak diharapkan terkait fungsi seksual. Kedua sifat ini, yaitu tingkat efektivitas dan tolerabilitas, berperan penting agar pasien benar-benar mau mematuhi penanganan hipertensi yang dianjurkan. Penelitian ini sangat baik untuk membantu para dokter menangani pasien hipertensi di Indonesia,” ujar dr. Erwinanto, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (Perhi).

Sementara itu, Reinhard Ehrenberger, Presiden Direktur, Menarini Indonesia, menambahkan Menarini Indonesia berkomitmen melayani kebutuhan pasien di Asia yang masih belum terpenuhi saat ini dan di masa depan. Komitmen ini mencakup identifikasi dan pengembangan solusi inovatif terkait kesehatan, sambil terus mendukung penelitian baru.

“Dengan berbagi hasil penelitian BENEFIT ini, kami berharap bisa membantu para dokter di Indonesia dalam melayani pasien melalui akses terhadap riset dan pengetahuan terbaru. Penelitian ini juga sejalan dengan panduan hipertensi ESC/ESH 2018 yang merekomendasikan penghambat beta dalam penanganan hipertensi,” pungkasnya.(*)