Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat launching Pasar Mitra Tani Bekasi

Memasuki Puasa, Pasar Mitra Tani Yogyakarta Alami Kenaikan Permintaan Bahan Pangan

Minggu, 26 April 2020 | 17:45 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

YOGYAKARTA, GOSULSEL.COM — Pasar Mitra Tani di Yogyakarta mengalami kenaikan permintan bahan pangan di bulan Ramadan hingga 3 – 4 kali lipat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta, Arofa Noor Indriani.

Kenaikan ini diakui tidak saja karena momentum bulan Ramadan, tetapi juga adanya inovasi layanan belanja di Pasar Mitra Tani (TTIC) Yogyakarta yang menghadirkan layanan belanja online di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak dan tinggal di rumah.

“TTIC kami bermitra dengan Gojek melalui fitur GoShop dan aplikasi belanja lokal bernama Titipku. Terobosan ini telah meningkatkan omset penjualan TTIC 3-4 kali lipat dibandingkan sebelumnya,” kata Arofa pada Sabtu (25/4/2020).

Ditambahkan Arofa, selain menggalakkan penjualan daring, TTIC DIY juga melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) dalam rangka mendukung ketersediaan pangan di bulan puasa dan di tengah pandemi Covid-19.



“TTIC melakukan GPM berkeliling wilayah DI Yogyakarta agar masyarakat mampu mengakses bahan pangan berkualitas dan terjangkau, tentunya memperhatikan SOP pelayanan konsumen di tengah pendemi Covid 19 ini,” beber Arofa.

Bahan pangan yang disediakan oleh TTIC antara lain beras, gula pasir, minyak, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, telur ayam dan berbagai olahan daging ayam seperti nuget, sosis, dan abon.

Suparmi, salah satu pembeli di GPM TTIC mengaku sangat terbantu dengan kegiatan semacam ini, karena bisa membeli beras dengan harga terjangkau,

“Saya senang belanja di sini karena harganya murah, saya bisa dapat beras harga Rp8.800/kg dengan kualitas yang baik padahal di toko biasanya dijual dengan harga Rp9.500/kg,” ungkapnya.

Tidak kurang dari 47 Gapoktan yang memasok bahan pangan ke TTIC DI Yogyakarta dan juga terdapat 200 TTI di kabupaten/kota. Dengan memotong rantai distribusi pangan pokok strategis melalui Pasar Mitra Tani/TTI, harga akan lebih terjangkau di masyarakat dan stabilisasi harga pangan strategis terutama beras akan tetap terjaga.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi me-launching GPM serentak di 34 Provinsi yang dipusatkan di Pasar Mitra Tani/TTIC Pasar Minggu, Senin (20/4/2020).

“Kami gerakkan seluruh pasar mitra tani di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi pasar/gelar pasar murah (GPM). GPM ini dilaksanakan secara intensif sampai mendekati lebaran. Karena sebagian daerah diberlakukan PSBB, maka kegiatan GPM di pusatkan di Pasar Mitra Tani/TTIC di masing-masing provinsi dengan SOP physical distancing,” ujar Agung Hendriadi.

Untuk itu, tambah Agung, pihaknya telah bekerja sama dengan para pengusaha dan jasa distributor pangan seperti Gojek yang penandatanganannya disaksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Jumat (3/4/2020) lalu.

“Ini semua bentuk komitmen pemerintah untuk mempermudah akses pangan masyarakat, terlebih di saat suasana seperti ini,” pungkas Agung.(*)


BACA JUGA