#

Bagian Penanganan, Ribuan OTG di Barru Bakal Jalani Rapid Test

Senin, 27 April 2020 | 12:26 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BARRU, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Barru melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bakal melakukan rapid test massal, terutama bagi warga yang baru tiba dari rantauan.

Sekretaris Tim Gugus Tugas, Abustan mengatakan, sekira 1.000 warga yang masuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG),
dalam waktu dekat akan menjalani rapid test untuk memastikan apakah ada yang mengarah ke positif Corona atau tidak.

OTG ini rata-rata adalah warga yang baru pulang ke Barru. Sebagian diantaranya berasal dari kabupaten/kota yang masuk zona merah. Karena itu sebagian bagian antisipasi, pihaknya melakukan penanganan khusus.

“Sesuai pengarahan Bupati Barru Bapak Suardi Saleh, semua yang masuk dalam OTG akan menjalani rapid test. Ini sangat penting, karena kita tidak tahu, apakah mereka pernah bersentuhan langsung dengan orang di daerah lain yang terjangkit Corona, atau tidak. Sehingga sangat penting kita harus melakukan rapid test massal,” kata Abustan yang juga Sekda Barru, Senin (27/04/2020).



Selain bakal melakukan rapid test massal, pihaknya terus meminta kepada OTG atau warga yang baru tiba di Barru, agar menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Tidak keluar rumah, dan membatasi berinteraksi secara langsung.

Ia mengurai, adanya penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), salah satu penyebabnya, yakni kedatangan sejumlah warga yang baru tiba dari perantauan. Terutama yang punya riwayat perjalanan atau berdomisili di kabupaten/kota zona merah.

Khusus ODP yang angkanya sempat kosong, kini ada penambahan lagi menjadi 6 orang. Sedangkan PDP, ada 1 orang dan sudah menjalani isolasi di salah satu ruangan di RSUD Barru. Begitupun keluarga pasien tersebut, sudah diminta mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas, dr Amis menyebutkan, jika nantinya ada warga yang dinyatakan positif sesuai hasil rapid test, maka akan dilakukan langkah penanganan lebih lanjut. Namun pihaknya menjelaskan, bahwa tidak semua yang dinyatakan positif di rapid test itu terpapar Corona. Sebab hasil akhirnya nanti, tetap menunggu hasil swab apakah benar positif atau tidak sama sekali.

Meski demikian, rapid test merupakan langkah awal untuk melakukan tindakan medis bagi warga, terutama yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).(*)


BACA JUGA