Kabupaten Aceh Tamiang memasuki masa panen raya

Aceh Tamiang Panen Raya Padi, Stok Pangan Aman Meski Pandemi Covid-19

Selasa, 28 April 2020 | 13:19 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

ACEH TAMIANG, GOSULSEL.COM — Kabupaten Aceh Tamiang telah memasuki masa panen raya pada bulan Maret hingga April 2020 ini. Dengan demikian, petani tetap sambut masa panen meskipun di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia.

“Panen tersebut diharapkan bisa mengamankan kebutuhan pangan khususnya beras di Kabupaten Aceh Tamiang sehingga masyarakat merasa aman dan meminimalisir terjadinya panic buying di kemudian hari,” ungkap Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Hadi di kantornya, Selasa (28/4/2020).

Irwan menjelaskan dengan adanya panen padi pada beberapa kelompok tani (poktan) di Aceh Tamiang, masyarakat diharapkan tidak khawatir akan ketersediaan beras. Salah satu kelompok tani yang telah melaksanakan panen yaitu Poktan Mekar Jaya, Kampung Telaga Meuku Dua, Kecamatan Banda Mulia.

“Poktan Mekar Jaya panen padi varietas inpari 32 di lahan seluas 30 hektar dengan provitas 9,2 ton dan 5 hektar padi mekongga dengan provitas mencapai 8,2 ton. Poktan lain juga sudah banyak yang memasuki masa panen pada bulan April ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras kita aman,” jelasnya.



“Sementara luas panen bulan Maret di Aceh Tamiang terdata 5.593 hektar, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dengan data luas panen 3.103 hektar,” pinta Irwan.

Panen padi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang disambut baik oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi. Oleh karenanya, Suwandi berharap meskipun di tengah pandemi yang melanda, berbagai pihak tetap bersinergi untuk mengamankan kebutuhan stok pangan 267 juta orang di Indonesia.

Lebih lanjut, guna menjamin ketersediaan beras selama wabah virus Corona, Suwandi menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung tindakan tegas aparat berwajib untuk memberi efek jera kepada oknum yang sengaja menaikkan harga dan menimbun bahan pangan, salah satunya beras.

“Kalau ada penimbunan, kami bersinergi dengan pihak Kepolisian, kami turun tangan. Jangan biarkan publik panik sehingga terjadi yang namanya panic buying. Kita usahakan mulai dari kebutuhan hingga produksi dalam negeri tetap berjalan,” tegasnya.

Selaras dengan yang sering disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Suwandi menuturkan pihaknya selalu bekerjasama dengan baik antara seluruh unsur yang terkait dan tidak boleh membelokkan amanah yang sudah di berikan sebagai pelayan masyarakat.

“Bapak Menteri Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan bahwa tidak akan pernah bosan memberi semangat kepada petani sebagai pejuang terdepan pertanian Indonesia karena mereka adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA