Gunung Kidul Lakukan Percepatan Tanam Padi dan Palawija

Sabtu, 02 Mei 2020 | 15:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GUNUNG KIDUL, GOSULSEL.COM — Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat teleconference dengan Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia pada 14 april 2020 bahwasanya daerah harus bisa menjaga ketersediaan pangan bagi rakyatnya dalam rangka antisipasi dampak Covid-19. Sebagai langkah tindaklanjutnya Kementan mendorong percepatan tanam tanaman pangan padi dan palawija.

Salah satunya yang sudah melakukan di Kabupaten Gunung Kidul. Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul juga telah meminta wilayah binaannya segera melakukan percepatan musim tanam kedua 2020 dengan imbauan percepatan olah lahan, gerakan tanam padi di lahan yang ada sumber air atau tanam palawija di lahan tadah hujan, penanaman sayuran dan empon-empon di pekarangan petani, serta menyimpan hasil panen untuk cadangan pangan ke depan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto dalam pesannya kepada para petani yang dijumpai menyatakan kegembiraannya atas hasil panen para petani di musim pertama yang berlimpah. Ia mengapresiasi juga para petani yang telah mengikuti imbauan dinas lewat para petugas pertanian dan penyuluh lapangan untuk segera melakukan tanam kembali. Selain itu, Bambang berpesan untuk para petani agar memanfaatkan pekarangan dengan menanam empon-empon dan sayuran.

‚ÄúSampai akhir Maret luas tambah tanam padi di musim kedua mencapai 3.014 hektar, sedang sampai minggu kedua April sesuai laporan utama pertanian yang dilaporkan para penyuluh ada tambahan 3.552 hektar sehingga total pertanaman padi sampai dengan bulan April di musim tanam kedua ada 6.566 hektar,” demikian ujar Bambang, Sabtu (2/5/2020).



Bambang mengungkapkan pihaknya yakni bidang tanaman pangan melaksanakan pemantauan pelaksanaan gerakan tanam di beberapa wilayah Kecamatan. Di dusun Klepu, Tambakromo, Kecamatan Ponjong berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Semin sekelompok petani sedang melakukan penanaman padi seluas 30 Ha. Wiyono (44) salah seorang petani menyatakan bahwa di desanya baru saja panen raya padi, dirinya pada musim tanam pertama mendapatkan 60 sak (1,8 ton) gabah dari lahan miliknya, sekarang segera tanam kembali setelah persemaian padinya cukup umur untuk dipindah.

“Selanjutnya di Dusun Jelok, Pundungsari, Semin, para petani juga sedang giat menanam kembali tanaman padi di musim tanam kedua kurang lebih 25 hektar, para petani memanfaatkan sumber air sungai dengan pompa air yang tersedia untuk mengairi lahannya,” kata Bambang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi meminta agar lahan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Setelah dilakukan panen, jangan biarkan lahan menganggur terlalu lama.

“Segera lakukan tanam supaya lahan selalu produktif,” ujar Suwandi.

Suwandi pun mendorong semua daerah untuk segera tanam, apalagi di musim pandemi Covid ketersediaan beras menjadi hal yang utama untuk menjaga kestabilan ekonomi negara.

“Jika melihat panen yang terjadi di daerah, maka pasokan cukup banyak. Distribusi agar tetap lancar saat kondisi wabah virus Corona dan kebijakan pemerintah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar,red),” sebutnya.(*)


BACA JUGA