Dewan Ray Tuding PSBB Makassar Gagal

Senin, 04 Mei 2020 | 12:40 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar, dinilai gagal. Meskipun, pelaksanaan PSBB akan berakhir pada 7 Mei 2020 mendatang. Hal itu disampaikan anggota DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad.

“PSBB itu gagal. Yang pertama, data penerima bantuan warga yang terdampak Covid-19 yang diberikan dan dikelolah ternyata belum selesai sampai sekarang, yang seharusnya sebelum diberlakukan PSBB bentuk dulu data perencanaan teknis dan mekanismenya harus selesai sebelum diterapkan,” tegas Ray, Senin (4/5/2020).

Menurut anggota Komisi A DPRD Makassar ini, ketika ingin menerapkan PSBB, harusnya Pemkot Makassar membahas terlebih dahulu terkait persoalan teknis.

“Jangan terapkan PSBB dulu baru kita data dan siapa yang diberikan, itu kan tidak etis, pikiran macam apa itu seperti itu. Sama saja membunuh masyarakat secara perlahan,” jelasnya.



Dia menjelaskan, indikator kedua gagalnya PSBB di Makassar yaitu masyarakat sudah keluar rumah karena tidak ada jaminan hidup kepada mereka. Pemerintah dinilainya tidak mampu hadir secara maskimal kepada masyarakat.

“Masyarakat diminta untuk kita tetap di rumah
saja, tetapi tidak diberikan makan, bagaimana mungkin bisa mereka makan. Sedangkan banyak masyarakat yang pendapatannya harus keluar rumah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kalau tidak, mereka tidak akan bisa hidup,” tambahnya.

Legislator Partai Demokrat itu menejlaskan, yang terdampak Covid-19 ini bukan cuma segelintir orang kecil, tetapi semua orang terdampak baik kecil maupun yang besar.

“Anggarannya Rp620 miliar. Sama saja kalau kita hitung jumlah masyarakat yang ada di Makassar itu sekitar 1.500.000 orang, per orang bisa mendapatkan Rp41.000. Itu kalau jumlah keseluruhan belum diklasifikasi siapa yang miskin dan kaya. Tapi diprioritaskan untuk yang terkena dampak mereka yang kerjanya setiap hari (kerja harian). Ini orang makan bukan cuma satu kali satu minggu, bukan cuma satu kali 14 hari. Kita makan setiap hari. Banyak masyarakat kita yang tidak makan kalau tidak keluar dari rumahnya,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA