Panen padi di Kabupaten Parigi Moutong

Di Tengah Pandemi Covid, Parigi Moutong Surplus Beras 171.358 Ton

Senin, 04 Mei 2020 | 20:00 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

PARIGI MOUTONG, GOSULSEL.COM — Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melakukan panen raya padi. Prediksi panen pertama tahun 2020 adalah 64.890,9 hektar dengan produktivitas 5,6 ton/hektar (ha) sehingga produksinya 363.389,4 ton gabah kering panen atau 236.202 ton beras.

“Panen raya awal tahun 2020 ini, Parigi Moutong Insha Allah surplus beras sebanyak 171.358 ton,” demikian dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun di Palu, Senin (4/5/2020).

Nelson menjelaskan posisi panen Parigi Moutong untuk 3 bulan terakhir adalah Januari 5.607 ha, Februari 5513 ha dan Maret 4073. Adapaun produksi berasnya mencapai 236.202 ton beras.

“Dengan jumlah penduduk Parigi Moutong 466.000 jiwa dengan nilai konsumsi perkapita 139,15 kg/kap/tahun, maka besaran konsumsi diprediksi sebesar 64.843,9 ton, maka selisih antara produksi dan konsumsi, terdapat surplus beras sebanyak 171.358 ton beras,” jelasnya.



Nelson menambahkan terkait adanya Program Kostratani, pihaknya sangat mendukung penuh karena dipastikan membangun pertanian yang lebih maju dengan memberdayakan fungsi penyuluh. Oleh karena itu, BPP di wilayah sentra produksi Parigi Moutong tetap melaksanakan pertemuan secara terbatas dengan para penyuluh pertanian dalam hal koordinasi kegiatan lapangan yang dibutuhkan petani mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaaan tanaman,panen dan paska panen.

“Sesuai dengan program Kostratani yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dimana para penyuluh pertanian mengawal kegiatan pengelolaan Brigade alsintan, merealisasikan penyaluran pupuk melalui RDKK (rencan definitif kerja kelompok, red). Kemudian mendorong petani melakukan Asuransi Usaha Tanaman Pangan serta penyerapan KUR dan menggulirkan program dan kegiatan utama Kementerian Pertanian,” ungkap Nelson.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng Trie Iriani membenarkan bahwa Kabupaten Parigi Moutong tengah melakukan panen raya padi. Contohnya saja saat ini, petani di Kecamatan Parigi Selatan dan Torue sedang melakukan panen raya padi.

“Panen raya dilakukan di Desa Masari dengan potensi 467.5 ha dan yg melakukan panen kelompok Sritumpuk 1 hektar dengan produksi 6,3 ton gabah kering panen,” ujarnya.

”Sementara panen di Kecamatan Torue yaitu Desa Tanalanto, Desa Torue dan Desa Astina dengan luas panen yg siap dipanen sampai bukan mei 1198,8 halektar dengan produktivitas 7,2 ton perhektar,” sambung Trie.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menegaskan pertanian menjadi garda terdepan untuk mempertahankan ekonomi negara ini. Walaupun aktivitas terbatas di tengah wabah covid 19, namun Kementerian Pertanian (Kementan) sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tetap memantau secara penuh dan melakukan upaya apapun untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di bulan Ramadhan ini.

“Kementan memperkirakan panen raya yang berlangsung pada bulan April dan Maret ini. Oleh karena itu pemerintah sudah mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP, red) melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling, red),” ujarnya.

Suwandi menjelaskan pola kerja Kostraling yakni bekerjasama dengan industri penggilingan yang siap menyerap gabah petani dengan harga yang sesuai. Oleh karenanya, Suwandi meminta kelompok tani maupun gabungan kelompok tani agar bisa menyerap Kredit Usara Rakyat (KUR).

“Di harapkan KUR menjadi salah satu solusi dan bisa ditingkatkan lagi tahun depan. Terutama untuk penggilingan padi, dapat dimanfaatkan untuk investasi maupun modal kerja dengan menyerap hasil petani sekitarnya,” terang Suwandi.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan perannya dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian. Adanya Kostratani membuat simpul koordinasi menjadi lebih baik dalam pembangunan pertanian di daerah.

“Kostratani merupakan program utama Kementerian Pertanian untuk membuat single data dan pusat pembangunan pertanian,“ tegas Syahrul.(*)


BACA JUGA