Kementan mengalokasikan bantuan pompa air dan sumur suntik

Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Alokasikan Pompa dan Sumur Suntik

Kamis, 07 Mei 2020 | 18:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada tahun ini sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami musim kemarau yang cenderung normal. Dengan demikian, kecil peluang terjadinya kekeringan meteorologis dibandingkan tahun 2019.

Akan tetapi harus tetap diwaspadai beberapa wilayah di Indonesia yang akan mengalami kekeringan dari normalnya. Diantaranya di sebagian Aceh, pesisir timur Sumatera Utara, Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah dan utara, Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan dan sebagian Maluku bagian barat dan tenggara.

Tentang hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyatakan Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengurangi dampak musim kemarau yang dialami petani guna memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Salah satu upaya nyatanya adalah mengalokasikan bantuan pompa air dan sumur suntik.

Pompa air dan sumur suntik

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kami memastikan bahwa bantuan pompa air dan sumur suntik diberikan sesuai target yaitu para petani yang berada di daerah-daerah rawan kekeringan sehinga mereka masih tetap dapat bertani di tengah musim kemarau,” demikian dikatakan Suwandi di Jakarta, Kamis (7/5/2020).



Suwandi menjelaskan Kementan telah mengantisipasi sejak awal potensi terjadinya kekeringan di sejumlah daerah tiap tahunnya. Hadirnya bantuan pompa air dan sumur suntik diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya tahun ini tapi untuk tahun-tahun ke depan setiap kali memasuki musim kemarau.

Selain bantuan pompa dan sumur suntik, sambung Suwandi, Kementan pun melakukan percepatan tanam dengan penyaluran benih unggul, mengawal ketersediaan pupuk, gerakan pecepatan olah tanah dengan traktor, pompanisasi. Dengan demikian, berbagai bantuan ini dipastikan meskipun terjadinya musim kemarau, namun kegiatan penyediaan pangan tetap berjalan.

“Hal tersebut sekaligus memenuhi arahan Bapak Presiden Jokowi untuk menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi dampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini,” terangnya.

“Berdasarkan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, red), 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya,” pinta Suwandi.

Kepala Seksi Penanggulangan Dampak Kekeringan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Yunita Fauziah menambahkan menghadapi musim kemarau tahun 2020 ini, Kementan mengalokasikan pengadaan pompa air sebanyak 2.000 unit kepada daerah yang mengusulkan bantuan. Kemudian, terdapat juga bantuan pembuatan sumur suntik sebanyak 100 unit kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani yang lahannya mengalami keterbatasan air akibat sumber air/saluran irigasi yang kering atau tidak adanya sumber air/saluran irigasi sehingga petani tetap dapat bercocok tanam.

“Oleh karena itu, kami optimis, petani pada musim kemarau ini tetap dapat menanam. Prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini tidak menimbulkan kekeringan seperti tahun 2019,” ujarnya.

Yunita mengungkapkan dengan adanya bantuan pompa air dan sumur suntik ini, diharapkan akan mengurangi lahan sawah yang terdampak kekeringan. Dengan demikian, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa target produksi dapat tercapai.

“Dan selanjutnya bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kekeringan pada musim-musim tanam selanjutnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Kementan bekerjasama dengan Dinas Pertanian yang ada di provinsi/kab/kota, BPTPH, LPHP dan petugas lapang (POPT, PPL, Mantri Tani). Mereka bertugas mendampingi kelompok tani/gabungan kelompok tani yang mendapat bantuan tersebut agar tepat sasaran dan bermanfaat.

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Herawati Prarastyani menyambut baik adanya bantuan pompa air dan sumur suntik tersebut. Menurutnya, bantuan pompa air dan sumur suntik akan sangat membantu petani terutama di daerah-daerah rawan kekeringan pada musim kemarau nanti.

“Petugas kami di lapangan (POPT, red) akan turut membantu Kementan dalam memonitor pemanfaatan bantuan pompa air dan sumur suntik agar digunakan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Selain itu, Herawati juga berharap dengan adanya bantuan ini, permasalahan kekeringan yang dihadapi petani terutama pada lahan sawah yang sering terdampak kekeringan akan dapat terselesaikan.

“Hasilnya, mereka petanu tetap dapat melakukan pertanaman dan target pemenuhan kebutuhan pangan nasional dapat tercapai,” tuturnya.(*)


BACA JUGA