Rekayasa Sosial PSBB Tahap Dua Picu Meningkatnya Kasus Corona

Kamis, 07 Mei 2020 | 06:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Makassar tahap kedua akan berfokus pada penerapan social engineering atau rekayasa sosial. Ini disampaikan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Rabu (6/5/2020).

“Jadi pola penindakan di tahap kedua nanti lebih humanis, karena kita lihat sebagian warga kita sudah paham apa itu PSBB dan bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Kendati demikian, sejumlah pengamat tidak setuju dengan diterapkannya rekayasa sosial. Seperti yang disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Adnan Nasution. Ia menjelaskan, penerapan ini sama dengan yang dibahas oleh pemerintah pusat, ialah relaksasi sosial.

Pelonggaran-pelonggaran aktivitas pada relaksasi sosial itu seperti mengizinkan rumah makan untuk buka, tapi dengan menerapkan protokol tertentu. Akan tetapi, penerapan ini justru akan berbahaya. Pasalnya, ini bisa memicu meluasnya penyebaran virus Corona. 



“Itu agak rentan kembalinya penyebaran virus ini karena masyarakat di lapangan akan tidak melaksanakan secara maksimal. Kalau pun ada rekayasa sosial yah bagiamana berinteraksi yang baik dalam hal apa, katakan terjadi transaksi, dalam transaksi ini akan terjadi interaksi,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (6/5/2020).

Padahal, menurutnya, PSBB tahap pertama telah berjalan dengan baik. Apabila ada rekayasa sosial, maka tidak ada lagi intervensi, justru malah membiarkan masyarakat leluasa berkeliaran. 

“Saya melihatnya karena belakangan ini sudah mulai ada perubahan sedikit, tingkat terjangkit virus ini, sudah agak mulai menurun di grafiknya,” lanjut Dosen FISIPOL Universitas Hasanuddin (Unhas).

Olehnya itu, kata dia, rekayasa sosial mesti ditunda untuk sementara. Tindakan tegas yang dilakukan sebelumnya sudah tepat mengingat peningkatan kasus mulai menurun. 

“Kalau dalam kondisi saat ini, saya pikir itu agak rawan. Mohon untuk tidak dilakukan itu sementara karena akan tetap meningkat semua ODP, PDP, OTG, itu akan yakin pasti akan meningkat jika itu diberlakukan dalam waktu dekat ini,” jelasnya. 

Komentar serupa juga dilontarkan oleh Arif Wicaksono. Menurutnya, terlalu cepat bagi Pemkot Makassar dalam menerapkan rekayasa sosial. 

“Tentu tidak tepat diterapkan sekarang, karena butuh waktu yang lama. Sedangkan aksi pencegahan penyebarluasan Covid-19 ini harus cepat dan terukur. Itulah mengapa PSBB ada waktunya, jadi harus cepat,” kata Dekan FISIPOL Universitas Bosowa (Unibos) ini.(*)


BACA JUGA