Petugas keamanan mengamankan seorang pemuda yang berkeliaran di atas ketentuan waktu PSBB di Kabupaten Gowa, Sabtu (9/5/2020) malam

Soal PSBB di Gowa, Kapolres Sebut Berjalan Maksimal

Minggu, 10 Mei 2020 | 20:49 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah memasuki hari ketujuh. Berdasarkan jadwal, Gowa akan menerapkan PSBB selama 14 hari. Itu berarti tersisa 7 hari lagi.

Selama sepekan pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa berjalan cukup baik. Kebijakan yang tegas menjadikan social distancing dan protokol kesehatan lainnya benar-benar berjalan dengan baik dan maksimal. 

Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengakui, sejauh ini penerapan PSBB berjalan maksimal. Capaiannya terukur. Dia pun mengapresiasi petugas PSBB, utamanya anggota Polres Gowa yang menjalankan tugas mengawal pelaksanaan PSBB dengan baik.

“Saya tahu dan paham rekan-rekan semua dan seluruh anggota sudah maksimal, capek dan sebagainya. Tapi tetap semangat rekan-rekan. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Semoga menjadi ladang amal bagi kita semua, terutama di Bulan Ramadhan ini. Amin,” tutur Boy Samola, Minggu (10/5/2020).



Meski begitu, perwira dua melati itu mengatakan bahwa memang masih perlu  memperketat beberapa langkah penerapan PSBB. Apalagi, pelaksanaan PSBB tahap 2 Kota Makassar yang berbatasan langsung dengan Gowa melonggarkan beberapa aturan.

“Pelaksanaan PSBB kita akan lebih berat dengan adanya perubahan kebijakan Kota Makassar dalam PSBB tahap 2 yang melonggarkan beberapa aturan,” katanya.

Perihal kelanjutan penerapan PSBB mengimbau kepada seluruh personil, khususnya jajaran Polres Gowa untuk memperketat beberapa langkah pelaksanaan PSBB.

“Kita harus melibatkan semua sumber daya, serta tokoh-tokoh yang ada sampai tingkat RT dan RW. Perketat penjagaan terutama di jalan atau lorong tempat warga yang positif dengan melibatkan lurah, kepala desa, RT, RW, FKPM dan relawan,” tambah eks Kapolres Luwu Timur ini.

Selain itu, masih diperlukan penjagaan di pos perbatasan terutama di 5 pos utama yang berbatasan dengan Kota Makassar.

“Untuk waktu yang rawan, personelnya diatur khusus. manfaatkan personel lain khusus yang beragama Nasrani sebagai alternatif untuk tetap melakukan pemeriksaan pada waktu yang rawan,” ungkap Boy.

Boy juga mengimbau kepada unit patroli untuk menindak tegas pelanggar PSBB. Tak hanya itu, unit patroli juga diminta untuk pro aktif mendeteksi dan membagikan paket sembako dan masker kepada masyarakat pra sejahtera.

“Terpenting, utamakan keselamatan dan kesehatan personel. Tetap pakai masker, pakai sarung tangan untuk pemeriksa dan upayakan selalu jaga jarak,” pungkas Boy.(*)


BACA JUGA