Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Rujab Wali Kota Makassar, Minggu (24/5/2020)

Salat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga, Ini Pesan Yusran Jusuf

Minggu, 24 Mei 2020 | 20:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf menunaikan salat Idul Fitri di Rujab Wali Kota Makassar, Minggu (24/5/2020). Bertempat di salah satu ruangan, Yusran menunaikan ibadah bersama istri, anak dan juga sejumlah pegawai yang bertugas di Rujab.

Tampil membawakan khutbah Salat Id yakni Ustaz Muhammad Abdillah Arfan. Ia juga merupakan Finalis Akademi Sahur Indonesia (Aksi) Indosiar 2019.

Yusran pun menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H kepada seluruh warga Makassar. Ia juga meminta untuk tetap waspada dan senantiasa menyadari masih adanya pandemi Covid-19 yang harus dilawan dengan protokol kesehatan.

“Meskipun kita tunaikan secara sederhana, Insha Allah kita berharap seluruh ibadah kita semua selama bulan suci ramadan di terima di sisi-Nya. Mudah-mudahan pada momentum hari raya ini, Allah SWT mengangkat pandemi ini dari kehidupan kita agar rutinitas warga bisa kembali pulih dan normal seperti semula. Tidak ada yang mustahil jika Allah menginginkan,” katanya.



Selain itu, Mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini menyebut hari raya Idul Fitri tahun ini dilakukan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab menyusul adanya wabah virus menjangkiti hampir seluruh warga di dunia.

“Biasanya kita lebih sering salat Ied di lapangan bersama keluarga, namun karena wabah ini kita lakukan cukup di rumah saja bersama keluarga dan juga beberapa staf yang memang bertugas di rumah jabatan ini. Namun, Insha Allah situasi ini tidak mengurangi esensi ketaatan kita kepada sang pencipta,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Yusran juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar lingkup Pemkot Makassar serta warga Kota Makassar. Ini karena tahun ini tidak menggelar Open House demi menghindari kerumuman yang berpotensi terjadinya transmisi lokal.

“Silaturahmi itu bisa menghapus dosa antar sesama. Namun tidak mesti harus secara fisik, dengan bantuan teknologi, silaturrahmi secara virtual tetap kita lakukan tanpa mengurangi esensi dari silaturahmi,” tutupnya.(*)


BACA JUGA