Pohon karet (Sumber: wwf.or.id)

New Normal Dimulai, Karet Kaltim Kembali Pasok Pabrik Ban di Rusia

Selasa, 02 Juni 2020 | 10:29 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

SAMARINDA, GOSULSEL.COM — Pemberlakuan “new normal” di beberapa negara termasuk Indonesia mulai berdampak pada industri pertanian. Senin (1/6/2020), sebanyak 22,7 ton karet dalam bentuk lembaran senilai Rp317,5 juta asal Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diekspor guna memasok pabrik ban di Rusia.

Pembukaan pembatasan transportasi dan perdagangan secara bertahap ini tentunya membawa harapan baru dan disambut gembira oleh seluruh sektor termasuk petani karet di Kaltim.

“Selain adanya pembatasan akibat wabah pandemi, ekspor karet sempat terhenti akibat harga yang tidak menentu. Alhamdulilah kini seiring dengan kebijakan “new normal”, permintaan fasilitasi ekspor karet kembali bergairah, ” kata Agus Sugiono, Kepala Karantina Pertanian saat menyerahkan sertifkat kesehatan karantina atau phytosanitary certificate, PC kepada pemilik, PT MKC.

Menurut Agus, Kaltim khususnya kota Samarinda telah memiliki pabrik yang dapat mengolah karet. Mulai dari getah karet mentah hingga menjadi karet lembaran dan memiliki kualitas yang sangat tinggi. Bahkan lembaran karet asal Kaltim ini biasa digunakan dinegara tujuan sebagai bahan baku mobil balap Formula 1, tambahnya.



Produk olahan karet adalah salah satu produk unggulan ekspor diwilayah kerjanya. Agus mencatat selain Rusia, negara pelanggan lainnya adalah India, Taiwan, Belanda dan Cina. Berdasarkan data IQ Fast, di tahun 2019 fasilitasi ekspor lembaran karet asal Kaltim sebanyak 40,6 ribu ton dengan frekwensi 7 kali.

Agus juga menjelaskan selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional, pihak memberikan perlakuan fumigasi sebagai persyaratan negara tujuan. Hal ini guna memastikan tidak ada serangga hidup atau organisme pengganggu tumbuhan (opt) lainnya, sehingga produk
dapat diterima di negara tujuan.

Ditempat terpisah, Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian menyebutkan bahwa pihaknya telah bersiap untuk meningkatkan pelayanan perkarantinaan sejalan dengan kebijakan tatanan normal baru di masa pandemi.

Penerapan biosekuriti pada ruang layanan, penggunaan alat pelindung diri atau APD yang sesuai standar bagi petugas dan pemanfaatan digitalisasi layanan juga ditingkatkan.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), pertanian tidak boleh berhenti. Selain untuk urusan pangan, diharapkan sektor pertanian dapat menjadi penopang ekonomi melaluo kinerja ekspornya. “Kita semua berharap, kinerja ekspor karet Kaltim tahun ini bisa meningkat atau paling tidak sama dengan capaian tahun lalu,” tutup Jamil.(*)