Pengunjung TSM Makassar saat hendak masuk ke area mal, Senin (1/6/2020)

Tunggu Perkembangan, TSM Makassar Tetap Buka dengan Perketat Protokol Kesehatan

Rabu, 03 Juni 2020 | 09:57 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Trans Studio Mal (TSM) Makassar diketahui hingga kini tetap beroperasi. Meski begitu, pihak manajemen telah memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Mengenai larangan beroperasi bagi mal yang disampaikan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah beberapa waktu yang lalu, Public Relation (PR) TSM Makassar, Rizky Maulidiana Haris pun angkat bicara. Ia mengaku, pihak manajemen masih menunggu perkembangan lebih lanjut soal ini.

Adapun selama TSM beroperasi, kata dia, pihaknya telah maksimal dalam melaksanakan protokol kesehatan yang sesuai dengan aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona.

“Terkait kegiatan operasional TSM Makassar yang masih berjalan kami dari pihak manajemen masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan keputusan dengan berfokus pada bagaimana penerapan protokol kesehatan bisa berjalan baik dan berjalan dengan maksimal,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (02/06/2020).



Sejumlah protokol kesehatan berlaku selama beroperasi. Diantaranya, pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk pengunjung, wajib memakai masker. Adapun mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 37.3° Celcius, maka dilarang masuk kedalam area mal.

“Langkah terintegrasi protokol pencegahan Covid-19 tetap dilakukan seperti tindakan pemeriksaan suhu tubuh pada setiap pintu masuk mall serta mewajibkan penggunaan masker terhadap karyawan, penyewa, pekerja vendor serta pengunjung. Bila suhu menunjukkan di atas 37.3°C, maka tidak diizinkan untuk memasuki area Trans Studio Mall Makassar,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini.

Lanjut, ia juga menjelaskan, bahwa wastafel portable beserta hand soap telah disediakan di lobi atau pintu masuk mal. Kemudian menyediakan hand sanitizer di 57 titik area mal yang bisa digunakan oleh pengunjung.

“Melakukan penyemprotan disinfektan dan general cleaning secara berkala di seluruh mal serta sterilisasi seluruh permukaan bagian gedung yang sering tersentuh umum sebagai upaya pencegahan, respon dan dekontaminasi,” sambungnya.

Penerapan physical distancing juga dilakukan. Pihaknya pun membuat garis batas per 1.5 meter untuk antrian kasir dan tempat duduk pengunjung. Lalu menjaga serta membatasi jumlah pengunjung di dalam tenant.

“Serta memberikan ajakan kepada seluruh pengunjung, tenant serta pihak-pihak lainnya untuk ikut menjaga kebersihan dan kesehatan melalui signage Rambu-Rambu Panduan Pemeliharaan Kesehatan yang dipasang di area mall juga membatasi jumlah pengunjung dalam lift maksimal 4 orang,” jelasnya.

Bagi tenant makan dan minuman disarankan untuk menerima pesanan secara onlin atau take away. Apabila tetap melayani makan di tempat atau dine in maka jumlah kursi dan meja dibatasi hingga maksimal 50% dari kapasitas.

“Untuk sementara waktu sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, memperbolehkan tenant untuk melakukan penataan meja dan kursi costumer keluar dari area sewa dengan tetap bertanggung jawab atas kerapihan dan kebersihan area,” tutupnya. (*)


BACA JUGA