Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Subang, Ruhimat, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryan, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen. Pol. Akhmad Wiyagus, dan Anggota DPD RI, Oni Suwarman di Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Sabtu (6/6/2020).

Mentan Ajak Petani Subang Manfaatkan Alsintan dan KUR

Sabtu, 06 Juni 2020 | 18:27 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

SUBANG, GOSULSEL.COM –- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di Kabupaten Subang untuk memanfaatkan KUR dan memaksimalkan penggunaan alsintan. Ajakan itu disampaikan dalam kunjungannya di Subang, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020). Sebelumnya, Mentan singgah di Karawang.

Mentan tiba di Subang bersama Panglima Kodam III Siliwangi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, dan sejumlah pejabat eselon 1 Kementan, juga perwakilan BNI dan BRI.

“Subang harus memanfaatkan KUR. Angka yang ada masih bisa ditambah, ada kawan-kawan dari BRI dan BNI yang bisa membantu. Jangan takut, sebab dari lahan 1 hektare lahan yang panen, kita bisa mendapat Rp30 juta. Karena satu hektare lahan bisa hasilkan padi 8 ton. Oleh karena itu tidak ada yang tidak ditanam,” tuturnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menegaskan jika tidak ada alasan untuk tidak melakukan tanam.



“Pertanian itu sifatnya sustainable. Kalau tidak ada yang beli, bisa disimpan dulu. Karena bisa kita jual nanti atau untuk konsumsi sendiri. Yang penting simpan yang benar. Jadi tidak alasan tidak tanam. Kita punya alsintan, ada traktor roda 4, manfaatkan. Irigasi di Subang juga sudah bagus, tapi harus diperlebar lagi agar produktivitas meningkat,” katanya.

Menurutnya, pertanian harus digenjot untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Yaitu penyebaran Covid-19, dan ancaman kekeringan yang bisa berdampak pada terjadinya krisis pangan.

Menurutnya, Covid-19 telah membuat seluruh dunia tercengang. Kalau Perang Dunia 1 dan 2 bisa mematikan jutaan orang pakai pesawat dan lainnya, tapi Covid-19 ini tidak ada ukurannya. Kita susah melawannya dan tidak terlihat. Suka atau tidak kita berhadapan dengan Covid-19. Tidak ada jalan lain, harus siap buat bertahan dan menyerang.

“Bagaimana melawannya, pertama bisa dengan medical solution. Ikuti protokol pencegahan. Covid-19 bisa selesai, tapi dampaknya tidak bisa segera. Kondisi ini berkaitan ekonomi, distribusi, pasar lesu dan lainnya. Solusinya ada di pertanian. Tidak ada yang rugi di pertanian. Kita buka mata ada tanah yang bisa ditanami, sudah ada solusinya. Tidak boleh ada tanah yang menganggur,” katanya.

Dijelaskannya, pertanian menghasilkan pangan. Dan pangan ini dibutuhkan untuk membantu membentuk imunitas yang dibutuhkan badan untuk melawan Covid-19.

Mentan SYL mengatakan, untuk meningkatkan pertanian, dibutuhkan lahan yang bagus, bibit yang tepat, dan budidaya pelaksanaannya harus benar.

“Kita berkejaran dengan hujan. Tapi ada tantangan lain yaitu musim kekeringan sesuai prediksi FAO. Oleh karena itu, manfaatkan hujan tersedia. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanami. Pertanian bukan barang baru. Yang harus dijaga adalah semangat pertaniannya. Kalau pertanian tetap tumbuh, kita akan mampu bertahan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Mentan SYL juga memberikan bantuan alsintan berupa traktor roda 4 yang diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Sumbersari, Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, sedangkan Traktor Roda Dua diterima simbolis Kelompok Tani Palawa Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Patok Beusi, dan penerima simbolis bantuan Pompa Air adalah Kelompok Tani Kedokan, Desa Kotasari, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupatan Subang.

Sedangkan penyerahan simbolis klaim AUTP periode Februari – Maret 2020 untuk Kabupaten Subang sebesar Rp2.198.000.000.

Dilakukan juga penyerahan KUR Pertanian Subang dari BNI. Bantuan ini diterima simbolis oleh Rustam (komoditas padi) dengan numlah Rp100.000.000, dan Nuryati Binti Kosim (komoditas padi) Rp250.000.000.

Sementara KUR Pertanian dari BRI diterima secara simbolis oleh Sutanto (komoditas padi) Rp50 juta, Mukhtar Hasyim (komoditas padi) Rp250 juta, Sukewi (komoditas padi) Rp100 juta, Sukaesih Komalasari (komoditas padi) Rp100 juta.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan yang turut mendampingi kunjungan Mentan di Subang, minat petani Subang terhadap KUR sangat tinggi. Data terbaru hingga 4 Juni, realisasi KUR Subang mencapai 100%.

“Realisasi penyaluran KUR Sektor Pertanian Provinsi Jabar ber tanggal 4 Juni 2020, untuk Kabupaten Subang mencapai lebih dari target 100%. Sangat luar biasa, dari target Rp113.247.566.200, telah direalisasikan untuk sektor pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, mixed farming dan jasa pertanian perkebunan peternakan senilai Rp118.272.566.200,” tutur Sarwo Edhy.(*)


BACA JUGA