Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, beserta jajarannya bersama Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo saat berfoto bersama memegang spanduk pencapaian meraih WTP di Rujab Wali Kota Makassar, Kamis (11/06/2020).

Pemkot Makassar Kembali Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut

Kamis, 11 Juni 2020 | 19:50 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (OTP). Hal ini diumumkan langsung Kepala Perwakilan BPK RI Sulsel, Wahyu Priyono melalui konferensi secara virtual, Kamis (11/06/2020).

Opini WTP ini diberikan berdasarkan Laporan hasil pemeriksaan BPK. Atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2019.

Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf yang didampingi Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menyampaikan apresiasi atas kerja keras para pengelola keuangan SKPD. Dimana yang terdiri dari PPK-SKPD, Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran.

Termasuk kepada para pengelola barang, pejabat pengadaan dan Pokja ULP, Auditor dan seluruh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), para pejabat dan staf Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah (SKPKD). Serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Makassar. Berkat upaya maksimal yang terus dilakukan terbukti mampu mempertahankan capaian opini WTP hingga berhasil diraih lima tahun berturut-turut sejak tahun 2015 ini.



Yusran juga mengatakan seluruh saran dan masukan dari Tim Pemeriksa BPK sangat berarti dalam peningkatan kinerja pemerintah dan akan menjadi motivasi pengelolaan keuangan daerah. Olehnya, Yusran akan menjadikan seluruh rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan oleh Tim BPK akan ditindaklanjuti secara maksimal dan berkelanjutan.

“Kami mohon kiranya dalam perjalanan APBD ke depan, BPK Perwakilan Sulsel senantiasa membuka ruang diskusi dan komunikasi dengan pemerintah daerah sebagai langkah penyempurnaan dan mengantisipasi hal-hal yang dipandang tidak sesuai denganbperaturan perundang-undangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK RI Sulsel, Wahyu Priyono menyampaikan ada salah satu hal yang sangat penting dalam rangka pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Ialah kewajiban kepala daerah menyusun dan menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD yang dilampiri laporan keuangan.

“Alhamdulillah kami telah melakukan pemeriksaan untuk memberikan opini wajar atas penyajian laporan keuangan. Opini merupakan pernyataan professional pemeriksa mengenai tingkat kewajaran informasi laporan keuangan yang disajikan,” pungkasnya.

Selain Makassar, opini WTP juga diberikan kepada Kabupaten Gowa dan Sinjai. Sementara kabupaten Takalar dan Jeneponto gagal meraih opini WTP.

“Yang sudah dapat WTP agar tidak lengah karena bisa saja di tahun selanjutnya bisa turun menjadi tidak WTP, seperti Parepare ada satu kasus sehingga tidak memperoleh WTP kali ini,” tutur Wahyu. (*)


BACA JUGA