Sejumlah pekerja memasang scaffolding saat mengerjakan tiang penyangga Tol Layang di Jl. Tol Reformasi Makassar

Kurangnya Lapangan Kerja Jadi Faktor Utama Optimisme Masyarakat Terhadap Ekonomi Turun

Jumat, 12 Juni 2020 | 10:45 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kurang tersedianya lapangan kerja menjadi faktor utama penyebab menurunnya tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Tercatat indeks ketersediaan lapangan kerja pada Mei 2020 mencapai 13,0, jauh di bawah batas indeks optimis (100).

Hal tersebut berdasarkan Survei Konsumen Kota Makassar Periode Mei 2020 yang dilakukan oleh Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat cenderung tidak terlalu optimis terhadap kondisi perekonomian daerah saat ini,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, melalui rilis tertulisnya.

Perilaku konsumen tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sebesar 72,4; di bawah batas indeks optimis 100 dan terendah dalam 12 tahun terakhir.



Kondisi penghasilan saat ini turut menurunkan optimisme konsumen, ditunjukkan oleh indeks penghasilan konsumen saat ini yang sebesar 27,5. Dari sisi pengeluaran, konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama masyarakat juga berada di bawah batas optimis dengan indeks 71.

“Meski berpandangan tidak terlalu optimis terhadap kondisi ekonomi saat ini, namun masyarakat meyakini bahwa kondisi ekonomi enam bulan ke depan akan lebih baik dibandingkan saat ini, baik dari sisi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, maupun kegiatan usaha,” paparnya.

Indeks ekspektasi penghasilan mencapai 116, sementara indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan indeks ekspektasi kegiatan usaha masing-masing sebesar 104 dan 103.

Pandangan positif tersebut terbentuk seiring dengan keyakinan masyarakat terhadap penghasilan yang kembali normal dan pelaksanaan kegiatan atau proyek swasta dan Pemerintah setelah sebelumnya tertunda akibat penyebaran Covid-19.

“Optimisme pemulihan perekonomian memerlukan dukungan konsistensi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan peningkatan pemahaman masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA