Warga Dusun Borong Loe Timur Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba melakukan aksi protes terhadap pemerintah daerah dengan memblokir jalan utama didusunnya, Jumat kemarin (12/6/2020)
#

Kecewa Terhadap Pemerintah, Warga Blokir Jalan Poros Borongloe Timur

Sabtu, 13 Juni 2020 | 18:14 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Sejumlah warga Dusun Borong Loe Timur Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba melakukan aksi protes terhadap pemerintah daerah dengan memblokir jalan utama di dusunnya, Jumat kemarin (12/6/2020).

Blokir jalan tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga BorongLoe pasalnya janji pengaspalan jalan tahun 2020 belum ditepati.

Pemuda Desa Benteng Gantarang Hendra Wiranto mengungkapkan, awal tahun 2019 lalu warga BorongLoe telah melakukan aksi unjuk rasa secara berturut-turut di depan kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Bulukumba yang berakhir dengan penandatanganan fakta integritas bersama ketua DPRD dan Wakil Bupati Bulukumba.

“Kali ini tdak ada lagi kata mengelak bagi pemerintah daerah, karena setahun lalu kita telah sama sama menandatangani komitmen dengan ketua DPRD dan Wakil Bupati Bulukumba, dan mereka menyatakan bahwa BorongLoe telah dimasukkan sebagai skala prioritas pengaspalan jalan di tahun 2020,” katanya.



Namun menurut Hendra, pemerintah daerah tidak memenuhi komitmen tersebut, hingga warga kembali menagih janji dengan cara memblokir jalan di Dusun BorongLoe Timur.

“Pemerintah telah melakukan kebohongan besar, dan hari ini kami akan terus menagih janji itu, dan kami tidak main-main dengan tindakan kami,” tegas Eks aktivis PMII itu.

Pemblokiran jalan rencananya akan terus dilakukan hingga pemerintah daerah memberikan kejelasan terkait tuntutannya setahun lalu yang belum terealisasi itu.

Selain itu rencananya warga akan kembali melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pengerjaan Umum (PU), Gedung DPRD dan Kantor Bupati Bulukumba dekat ini.

Keresahan dengan kondisi akses jalan di Desa Benteng Gantarang juga dirasakan pemuda dan pegiat sosial Akmar Ursal, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sementara membangun konsolidasi dengan warga dalam mempersiapan aksi susulan tersebut.

“Tahun ini kami akan turun kembali kejalan dan terus mengawal tuntutan warga BorongLoe terkait pengaspalan jalan sampai ini diwujudkan,” tegasnya.

Seorang warga lainnya, Eril Appy, mengatakan bahwa selain aksi penutupan jalan, warga juga mengancam akan memboikot pajak di daerahnya.

Menurutnya, boikot pajak dilakukan untuk memberi ketegasan pada pemerintah, karena ia menganggap daerah BorongLoe tidak pernah mendapatkan perhatian oleh pemerintah setempat.

“Akses jalan ini memang tidak pernah disentuh pembagunan aspal dari zaman nenek moyang saya, lalu apa gunanya lagi kami untuk membayar pajak, kalau pemerintah tidak pernah melirik daerah kami dalam hal pembagunan, bukankah negara kita berasaskan demokrasi, yang dari rakyat, untuk rakyat dan kembali kepada rakyat,” tutupnya.(*)