Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi dan menyerahkan bantuan asuransi, KUR dan Alsintan di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2020)

Mentan Panen Padi dan Serahkan Bantuan di Cilacap

Sabtu, 13 Juni 2020 | 18:29 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

CILACAP, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi dan menyerahkan bantuan asuransi, KUR dan Alsintan di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Mentan Syahrul Yasin Limpo, kunjungan kerjanya ke Cilacap untuk memastikan ketersediaan pangan terpenuhi.

“Hal yang paling dalam kondisi seperti ini adalah menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, kita harus memastikan ketersediaan pangan mencukupi atau aman, khususnya pada sentra-sentra produksi pangan seperti Cilacap. Pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Kita bahkan upayakan meningkatkan produktivitasnya agar ketahanan pangan terpenuhi,” tuturnya.

Mentan SYL sangat yakin dan optimis Cilacap mampu menghadapi semua tantangan, termasuk Corona.



“Antivirus Corona paling utama saat ini adalah menggunakan masker, mengkonsumsi jamu, olahraga di bawah sinar matahari dan jaga jarak. Solusi lainnya adalah pangan. Saya takut dengan corona, tapi saya lebih takut ada masyarakat yang mati kelaparan,” paparnya.

Ditambahkannya, FAO telah mengingatkan ancaman kekeringan akan melanda dunia. Ada ancaman krisis pangan dunia.

“Dan kita jawab di Indonesia tidak ada. Karena negara kita negara tropis yang bisa selalu menanam. Negara kita kaya, sinar matahari yang masuk banyak, air masih tersedia. Kita harus yakin tidak ada masalah, kecuali jika kita memang mau terdampak. Tapi saya yakin hari ini kita mau jadi pemenangnya,” paparnya.

Mentan menegaskan jika pertanian tidak pernah rugi kecuali salah manajemen.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, mengatakan kehadiran Mentan untuk mengikuti panen bersama rakyat di Cilacap adalah momen yang langka.

“Dengan hadirnya Pak Menteri, kita menjadi semangat. Semangat untuk menjadi contoh bagaimana melakukan ketahanan pangan dan bisa surplus beras. Petani tidak sendirian, bersama semua kita bergerak agar pertanian di Cilacap maju,” katanya.

Ditambahkannya, Covid-19 yang semula masalah kesehatan, kini menjadi masalah ekonomi, dan kegiatan soial lainnya terganggu. Aktivitas pasar yang bisa mendukung pemasaran pertanian juga berhenti.

“Kalau semua sektor lumpuh dan tidak bisa berjalan, ada satu yag harus kita pertahankan yaitu pertanian. Dan ini yang kita kerjakan,” katanya.

KUR Pertanian menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, yang diserahkan berasal dari 3 bank yang menjadi mitra Kementan yaitu BNI, BRI, dan Mandiri, dengan total sebesar Rp1.417.000.000.

“Rinciannya, KUR dari BNI akan diterima Gapoktan Sumber Rezeki sebesar Rp382.000.000 dan Penggilingan Padi Ibu Rasiyem sebesar Rp250.000.000,” ujarnya.

Sementara KUR dari BRI lanjut Sarwo Edhy akan diterima Mohammad Ikhsan (komoditas padi) sebesar Rp600.000.000, Cipto (komoditas padi) Rp30.000.000, dan Kamisem (komoditas padi) Rp25.000.000. Sementara KUR Bank Mandiri diserahkan untuk dua penggilingan padi, masing-masing sebesar Rp100.000.000 dan Rp30.000.000.

Selain itu, diserahkan juga Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTSK) melalui PT Jasindo. Untuk AUTP, dilakukan penyerahan polis untuk 8.148,15 ha, dan penyerahan klaim sebesar Rp253.914.000. Sementara untuk Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau, diserahkan klaim Rp6.800.000.

“Mentan juga menyerahkan bantuan sejumlah alat dan mesin pertanian yang bisa digunakan untuk pra panen, terdiri 2 unit traktor roda 4, 5 unit traktor roda 2, serta 10 unit pompa air. Jika ditotal, bantuan alsintan ini senilai Rp1.024.561.420,” tutur Sarwo Edhy.(*)


BACA JUGA