Musyawarah besar himpunan pemuda dan pelajar mahasiswa Bontonyeleng yang digelar di aula kantor Desa Bontonyeleng, Sabtu (13/6/2020)
#

Opu, Kepala Desa yang Mampu Satukan Pemuda Bontonyeleng

Sabtu, 13 Juni 2020 | 18:08 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Pemuda dan pelajar Desa Bontonyeleng menyatu di bawah kepemimpinan Opu nama Sapaan Andi Baso Mauragawali, Kepala Desa Bontonyeleng Kecamatan gantarang, Bulukumba.

Hal tersebut terlihat pada musyawarah besar himpunan pemuda dan pelajar mahasiswa Bontonyeleng yang digelar di aula kantor Desa Bontonyeleng, Sabtu (13/6/2020).

Tak seperti biasanya, kali ini, di awal kepemimpinan Opu Pemuda dari tiap dusun hadir dalam musyawarah tersebut untuk memilih ketua.

Salah satu pemuda yang juga inisiator pembentukan HPPM-B itu, Ozil sapaanya mengungkapkan, jika himpunan tersebut sudah dirancangnya sejak 2018 silam, yang hari ini baru bisa terlaksana.



“Sudah lama mi himpunan ini saya rancang bersama teman-teman. Masih kepala desa sebelumnya, namun karena banyak kendala dan halangan sehingga tidak terlaksana. Tapi alhamdulillah hari ini sudah bisa kami gelar,” ungkapnya.

Lanjutnya, kegiatan mubes ini bisa terlaksana, kata dia, karena dukungan dan ruang yang diberi oleh pemerintah desa.

“Terlaksananya kegiatan ini karena dukungan pemerintah Desa Bontonyeleng yang mensupport dan memberi ruang kepada kami,” jelasnya.

Lanjutnya, “Insya Allah sebagai pemuda penerus pembangunan Desa Bontonyeleng, kami akan menuangkan gagasan yang inovatif untuk kemajuan Desa.”

Sementara itu, Opu pada kesempatan itu mengungkapkan, jika dirinya bangga melihat semangat pemuda membentuk himpunan, wadah bagi pemuda untuk berkreasi.

“Saya bangga dengan semangat anak anakku membentuk himpunan ini. Insya Allah pemerintah desa siap bersinergi untuk kemajuan desa,” katanya.

Iapun berharap, himpunan tersebut bukan hanya sekadar dibentuk, namun ada implementasi dan terobosan yang dilakukan oleh pemuda, sehingga mampu mengharumkan nama Desa Bontonyeleng secara khusus dan Bulukumba secara umum.(*)